Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lokasi IKN Nusantara Diklaim Bebas Banjir, Ini Alasannya

Titik tertinggi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN termasuk Istana Kepresidenan 80 meter di atas permukaan laut.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 17 Juni 2022  |  16:42 WIB
Lokasi IKN Nusantara Diklaim Bebas Banjir, Ini Alasannya
Jembatan Pulau Balang I di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (10/2/2022). Jembatan Pulau Balang menjadi salah satu akses penghubung menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, jembatan tersebut menghubungkan Kota Balikpapan langsung ke Penajam Paser Utara namun hingga kini belum bisa digunakan untuk umum karena akses jalan belum selesai dikerjakan. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-Lokasi Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajem Paser Utara, Kalimantan Timur diklaim bebas dari bencana alam seperti banjir, bahkan banjir 100 tahun.

Pejabat Pembuat Komitmen Bina Penataan Bangunan Provinsi Kalimantan Timur Pierre Natigor Pohan mengatakan sejak 2019 lewat kajian Bappenas dan Kementerian ATR, lokasi IKN saat ini telah mempertimbangkan mitigasi bencana baik banjir maupun gempa.

“Salah satu aspeknya adalah bagaimana area tersebut bisa memitigasi bencana alam salah satunya banjir. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan kriteria-kriteria bagaimana bencana alam banjir tidak terjadi seperti misalnya di daerah inti pemerintahan tersebut,” kata Pierre dalam diskusi "Pembangunan Konstruksi IKN Mengusung Proyek yang Berbasiskan Smart City dan Sustainability Development" di Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).

Pierre mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga misalnya dalam perencanaan kotanya telah memilih titik terendah di pusat pemerintahan tersebut yaitu di level 20 meter di atas permukaan laut. Sedangkan titik tertinggi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN termasuk Istana Kepresidenan 80 meter di atas permukaan laut.

“Dan berdasarkan kajian kawasan tersebut sudah bebas dari banjir 100 tahunan,” ungkap eks pejabat Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR itu.

Sementara itu, Direktur Operasional I Waskita Karya I Ketut Pasek Senjaya Putra mengatakan bahwa saat ini pembangunan IKN memang penuh tantangan. Sebab, ditargetkan pada 2024 Presiden Joko Widodo sudah bisa memimpin upacara 17 Agustus di IKN Nusantara.

“Berarti harus terbangun istana. Jika ada istana berarti ada markas Polri, ASN tinggal di mana. Penunjang juga seperti office boy (OB), sopir, di PUPR sudah memikirkan ke arah sana,” tutur Pasek.

Untuk saat ini, Pasek mengungkapkan bahwa akses logistik ke lokasi IKN Nusantara masih dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, pihaknya memilih material untuk pembangunan jalan untuk akses pembangunan IKN dari beberapa kota di luar Kalimantan. Material seperti batu kali dan pasir terlebih dahulu dibentuk precast.

“Ada ide precast mungkin bisa dikirim dari Surabaya, Lampung, Makasar, bentuk beton. Tinggal memasang. Jadi 60 persen precast. Namun, untuk jalan kerja IKN tidak bisa diprecase,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top