Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penjelasan KCIC Soal Viral Girder Box Kereta Cepat Pepet Jembatan di Bekasi

KCIC meluruskan informasi bahwa girder box tersebut sudah terpasang, bukan jatuh di atas Jembatan Antilope.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 14 Juni 2022  |  16:03 WIB
Ini Penjelasan KCIC Soal Viral Girder Box Kereta Cepat Pepet Jembatan di Bekasi
Penampakan Jembatan Antelope, Bekasi, Jawa Barat - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA- Sejumlah foto dan video beredar di media sosial hari ini, Selasa (14/6/2022), yang menggambarkan pemasangan girder box jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) terlalu rendah di atas Jembatan Antilope, Bekasi. Pihak PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mengonfirmasi bahwa girder box tersebut merupakan milik proyek Kereta Cepat. 

KCIC pun meluruskan informasi bahwa girder box tersebut sudah terpasang, bukan jatuh di atas Jembatan Antilope. Corporate Secretary KCIC Rahadian Ratry pun mengatakan sebelum pemasangan balok beton (girder box), pihak kontraktor sudah melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan Pemerintah Kota Bekasi dan warga sekitar.

"Pada prinsipnya warga menyepakati sistem pengaturan lalu lintas dengan tetap memanfaatkan jembatan Antelope eksisting, dan proses pembangunan Proyek KCJB dapat berlanjut," kata Rahadian dalam keterangan resmi, Selasa (14/6/2022).

Komunikasi dan sosialisasi juga dilakukan dengan Dinas Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas sekitar proyek. KCIC mengklaim warga dan berbagai pihak telah menyepakati jika jembatan Antelope yang sudah ada tetap dioperasikan secara terbatas, dengan sejumlah pengamanan dan pengaturan lalu lintas.

Adapun, jembatan hanya dapat dilintasi oleh kendaraan dengan ketinggian maksimal 1,7 meter seperti sepeda motor dan mobil sedan dengan pengawasan ketat.

KCIC juga mengatakan telah memasang portal sebagai pembatas ketinggian di dua sisi dan lampu penerangan sekitar proyek untuk.

"Kami juga melakukan penjagaan 24 jam (3 shift) untuk memastikan warga aman ketika melintas. Kami juga memasang pemberitahuan jika jembatan hanya bisa dilintasi secara terbatas," lanjut Rahadian.

Sebagai dampak dari pengerjaan girder box jalur Kereta Cepat, sejumlah pengaturan lalu lintas dilakukan dengan rincian sebagai berikut :

a. pengaturan lalu lintas dari jalan Kemang Raya menuju Jalan Kalimalang bisa melalui overpass Kodam/Overpass Kapin.;

b. pengaturan lalu lintas dari Jalan Kalimalang yang akan menuju Jalan Kemang Raya bisa melalui Overpass Kodam/Overpass Kapin;

c. pengaturan lalu lintas dari jalan Curug Raya yang akan menuju Jalan Kemang Raya bisa melalui Overpass Kapin/Overpass Kodam;

d. pengaturan lalu lintas dari Jalan Kemang Raya yang akan menuju Jalan Curug Raya bisa melalui Overpass Kapin/Overpass Kodam;

e. pengaturan lalu lintas dari Jalan Anugerah yang akan menju kalimalang bisa melalui OP Jatiwaringin atau Overpass Kodam.

KCIC menegaskan bahwa pembangunan jembatan baru pengganti jembatan Antelope akan dilakukan secara paralel dan ditargetkan selesai pada 10 Agustus 2022.

"Ketika sudah selesai, arus lalu lintas akan dialihkan pada jembatan baru," tutup Rahadian.

Adapun, saat ini proyek Kereta Cepat Jakarta--Bandung telah berjalan sekitar 84 persen. KCIC menargetkan moda transportasi tersebut bisa mulai beroperasi pada Juni 2023.

Adapun, sisa pekerjaan KCJB tinggal 5-10 persen fox grider, 5 persen tracklaying, selanjutnya pemasangan rambu-rambu atau signaling, dan terakhir penyiapan kereta yang sudah selesai dan tinggal pemasangan.

"Tidak lupa kami mempersiapkan operasinya juga, personil, SOP, pelatihan, manajemen untuk operation dan maintenance," jelas Direktur Utama PT KCIC Adi Priyanto Putro, Rabu (18/5/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top