Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Logistik Halal Bisa Bantu Indonesia Jadi Produsen dan Industri Halal Global

Kebutuhan akan halal traceability mendorong perlunya investasi dan kehadiran rantai pasok berstatus halal.
Seorang petugas menata barang di gudang logistik Gedung Departemen Sosial, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (14/12/2021). Logistik tersebut akan didistribusikan ke lokasi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Seorang petugas menata barang di gudang logistik Gedung Departemen Sosial, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (14/12/2021). Logistik tersebut akan didistribusikan ke lokasi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Penerapan ketertelusuran halal atau halal traceability dalam rantai pasok logistik telah menjadi kebutuhan di Indonesia dan menjadi potensi menangkap pasar global yang besar.

Direktur Industri Produk Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Afdhal Aliasar menjelaskan dengan adanya halal traceability dapat memberikan rasa aman dan nyaman serta meningkatkan kepercayaan konsumen atas produk yang dihasilkan. Tidak hanya itu, keberadaanya juga membuat proses sertifikasi halal menjadi lebih mudah dan efisien bagi pelaku usaha.

Menurutnya, pelaku usaha dapat menjawab tantangan perkembangan kemajuan teknologi digital dan tuntutan gaya hidup masyarakat domestik maupun internasional yang memilih produk sehat, berkualitas dan halal dengan menerapkan prinsip ini.

“Halal traceability membuat industri halal Indonesia semakin dipercaya yang pada akhirnya akan membantu Indonesia menjadi pusat produsen dan industri halal dunia,” katanya, dikutip, Senin (13/6/2022).

Menurut KNEKS, ekosistem rantai pasok halal tidak dapat berdiri sendiri. Semua pemangku kepentingan harus berkomitmen memajukan dan menggerakkan industri halal salah satunya dengan mempercepat pengembangan Kawasan Industri Halal. Pelaku industri membutuhkan halal integrity melalui ketertelusuran produk yang bisa disampaikan kepada konsumen.

Oleh karena itu, KNEKS juga harus bersinergi dengan pelaku logistik dalam mengelompokkan UMKM. Salah satunya, dengan mengidentifikasi mereka yang bisa naik kelas untuk masuk ke kawasan industri agar lebih terjamin kehalalan produknya.

Senada, Direktur Utama PT. Makmur Berkah Amanda di Halal Industrial Park Sidoarjo, Adi Saputra Tedja menyatakan sudah fokus mengembangkan kawasan industri halal sejak 2016 untuk membantu UMKM/IKM. Saat ini, paparnya, Halal Industrial Park Sidoarjo menyediakan tiga fasilitas pergudangan yakni bahan baku, manufaktur, dan tempat finished goods yang pengelolaannya dibantu teknologi Shipper.

Tiga fasilitas tersebut, tekannya, penting dikembangkan untuk mendukung halal traceability. Dengan demikian, akan menciptakan kepercayaan antara pemasok dan pabrik bahwa bahan baku yang digunakan memang produk halal.

Tercatat, ekonomi syariah, khususnya industri halal, memiliki potensi besar dalam pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi. Industri halal juga terbukti telah memberikan kontribusi besar yang semakin meningkat tiap tahunnya terhadap ekonomi nasional. Kontribusi ekonomi syariah selama kuartal I/2021 menembus 25,44 persen meningkat dari 24,86 persen pada 2020.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper