Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manisnya Gula Semakin Mahal, Harga Gula Mentah Terkerek Hingga US$574,70 Per Ton

Kenaikan harga gula dipicu aksi proteksi India sebagai produsen terbesar kedua di dunia.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 31 Mei 2022  |  09:56 WIB
Manisnya Gula Semakin Mahal, Harga Gula Mentah Terkerek Hingga US$574,70 Per Ton
Pekerja sedang menimbang gula yang dkemas dalam plastik di Pasar legi, Solo, Selasa (10/5). JIBI/SOLOPOS - Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, JAKARTA-Harga gula mentah di pasar internasional merangkah naik hingga tembus US$574,70 per ton. Padahal pada awal Mei, harga gula masih di kisaran US$528 per ton seperti dilansir dari investing.com pada Selasa (31/5/2022).

Sementara itu, dalam sesi perdagangan di tradingeconomics menunjukkan, harga gula mentah di pasar internasional saat ini naik ke 19,61 sen dolar AS per pon. Data tersebut adalah harga saat sesi perdagangan hari Jumat (27/5/2022).

Analis tradingeconomics memprediksi bahwa harga gula mentah akan melayang hingga level tertinggi dalam 4 minggu terakhir, yakni 20 sen per pon, di tengah tanda-tanda pasokan yang lebih rendah. India, pemasok terbesar kedua di dunia, akan membatasi ekspor gula untuk pertama kalinya dalam enam tahun, berpotensi membatasi ekspor musim ini sebesar 10 juta ton.

Langkah terakhir ini bertujuan untuk mengamankan pasokan pangan dalam negeri dan memastikan ada persediaan yang memadai sebelum musim panen berikutnya dimulai pada Oktober. Pada saat yang sama, harga minyak mentah dan biji-bijian yang lebih tinggi membuat petani mengalihkan produksi ke bahan bakar nabati dan tanaman yang lebih menguntungkan, biasanya ditanam di daerah Laut Hitam yang terkena dampak perang.

Sementara itu, S&P Global Commodity Insights memangkas perkiraan produksi gula untuk tahun pemasaran 2022/23 menjadi 17,3 juta ton dari 17,5 juta, yang diperkirakan sebelumnya.

Sementara itu, dari dalam negeri sebagaimana data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Selasa (31/5/2022), saat ini harga gula pasir lokal rata-rata Rp14.800/kilogram (kg) atau masih tinggi dibandingkan patokan harga  Badan Pangan Nasional yaitu Rp13.500/kg. Adapun dan harga gula premium saat ini terpantau di kisaran Rp16.050/kg.

Ketua Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga gula di tengah masyarakat, pabrik gula harus membeli gula kristal putih produksi petani tebu rakyat sesuai harga di tingkat petani yang berlaku saat ini yakni Rp11.500/kg atau meningkat Rp1.000 dari tahun lalu.

“Rp11.500 itu harga minimal, kalau nanti lelangnya Rp12.000, ya harus dibeli Rp12.000. Kenapa demikian? Karena produksi itu pasti ikut kalau kesejahteraan petani baik,” kata Arief saat meninjau Pabrik Gula Krebet Baru yang dikelola PT PG Rajawali member of ID Food, Sabtu (28/5/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gula proteksi proteksionisme pabrik gula gula rafinasi impor gula harga gula
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top