Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peningkatan Asumsi Harga Minyak Mentah Indonesia Tak Berimbas Banyak ke Sektor Hulu Migas

Penyesuaian harga acuan minyak mentah Indonesia tidak akan berpengaruh terhadap geliat industri, karena pada dasarnya indeks harga minyak mentah internasional telah di atas US$100 telah terjadi sejak Maret yang dipicu krisis Ukraina di menjelang akhir Februari 2022.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 30 Mei 2022  |  18:31 WIB
Peningkatan Asumsi Harga Minyak Mentah Indonesia Tak Berimbas Banyak ke Sektor Hulu Migas
Sebuah soket pompa yang pernah digunakan untuk membantu mengangkat minyak mentah dari sumur Eagle Ford Shale, Dewitt County, Texas, Amerika Serikat. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Peningkatan asumsi harga minyak mentah Indonesia dinilai tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap tata kelola hulu minyak dan gas bumi dan juga capain target produksi siap jual atau lifting tahun ini.

Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal mengatakan pada dasarnya indeks harga minyak mentah internasional telah di atas US$100 telah terjadi sejak Maret yang dipicu krisis Ukraina di menjelang akhir Februari 2022.

Menurutnya kondisi itu tidak akan berdampak signifikan terhadap investasi di sektor migas dan juga tata kelola di dalam negeri.

"Karena belum adanya perubahan yang revolusioner di industri Migas di Indonesia dan saat ini situasi global masih sangat volatile," ujarnya kepada Bisnis, Senin (30/5/2022).

Sementara itu, terkait dengan capaian lifting nasional, Moshe berpendapat bahwa hal itu akan sangat tergantung dengan kinerja masing-masing kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Moshe mengatakan hal tersebut adalah diskresi dari masing-masing KKKS, termasuk Pertamina yang saat ini memegang mayoritas produksi migas Indonesia.

Adapun, sepanjang 2022 pemerintah menetapkan target lifting untuk 2022 sebesar 703.000 barel minyak per hari (BOPD) dan 5.800 juta standar kaki kubik per hari gas bumi (MMSCFD).

"Kita hanya bisa berharap bahwa target tersebut tercapai," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top