Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mudik 2022, Jasa Raharja: Jumlah Santunan Kecelakaan Turun 50 Persen

Jasa Raharja menyebut jumlah santunan kecelakaan turun 50 persen saat mudik Lebaran 2022.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 25 Mei 2022  |  01:17 WIB
Logo PT Jasa Raharja di Jakarta, Jumat (7/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Logo PT Jasa Raharja di Jakarta, Jumat (7/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jasa Raharja mencatat jumlah santunan yang diberikan kepada korban kecelakaan pada saat mudik Lebaran 2022 turun hingga 50 persen, dibandingkan dengan mudik Lebaran 2019.

Berdasarkan analisa dan evaluasi terhadap Data Korporasi (DASI) Jasa Raharja pada saat Lebaran 2022, jumlah santunan yang diberikan secara keseluruhan tercatat sebesar Rp44,13 miliar, turun 50 persen dari 2019.

"Sedangkan untuk santunan korban yang meninggal dunia sebesar Rp43,59 miliar turun 3 persen dibandingkan dengan pada 2019," jelas Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono dalam siaran pers, Selasa (24/5/2022).

Rivan menyampaikan bahwa santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia juga diserahkan kepada ahli waris yang sah. Di sisi lain, bagi korban luka-luka yang masih dirawat di rumah sakit telah mendapatkan surat jaminan melalui integrasi online dengan rumah sakit.

Adapun, Rivan mencatat pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan jumlah kecelakaan terbanyak seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Hal tersebut karena tiga daerah tersebut menjadi daerah dengan penyerahan dana santunan meninggal dunia terbesar selama periode Operasi Ketupat Lebaran 2022.

Adapun, pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan jumlah kecelakaan terbesar yakni di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Ketiga daerah tersebut merupakan daerah dengan penyerahan dana santunan meninggal dunia terbesar selama periode Operasi Ketupat Lebaran 2022.

Di samping itu, kecepatan penyerahan santunan kepada korban meninggal dunia kurang dari 24 jam atau menjadi lebih cepat dari 2019. Rivan menyebut hal itu berkat kecepatan proses pembayaran sejak berkas lengkap hanya berkisar 15 menit.

"Untuk korban luka-luka yang masih dirawat di RS kami terbitkan surat jaminan melalui sistim pelayanan online yang terintegrasi dengan Rumah Sakit sehingga biaya rawatan dijamin Jasa Raharja s.d maksimal Rp 20 Juta," jelas Rivan.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa jumlah kecelakaan menurun berdasarkan data pantauan selama pelaksanaan arus mudik dan balik.

Budi mengklaim terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 45 persen. Hal tersebut, lanjutnya, berdasarkan data dari Kepolisian.

Salah satu faktor penurunan kecelakaan, menurut Budi, yakni penurunan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor. Apalagi, pemerintah, swasta, dan BUMN juga menyediakan sejumlah program mudik gratis.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik menggunakan sepeda motor, karena sangat berisiko," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecelakaan jasa raharja Mudik Lebaran lebaran
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top