Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LRT Jabodebek Jadi Transportasi Publik Baru, YLKI Desak Pemerintah Berikan PSO

Pengoperasian LRT akan memberikan dampak yang besar, seperti terkikisnya penggunaan kendaraan pribadi, hingga mampu mengurangi tingkat kemacetan.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 12 Mei 2022  |  19:15 WIB
Foto udara gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di jalur Pancoran, Jakarta, Rabu (12/1/2022). ANTARA FOTO - Galih Pradipta
Foto udara gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di jalur Pancoran, Jakarta, Rabu (12/1/2022). ANTARA FOTO - Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA- Light Rail Transit (LRT) Jabodebek ditargetkan mulai beroperasi akhir 2022 dan melayani penumpang untuk rute perjalanan Cibubur-Dukuh Atas, serta Bekasi-Dukuh Atas.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pun memberikan sejumlah catatan bagi calon moda trasnportasi publik umum tersebut. Sejumlah aspek yang disoroti adalah penggunaan bahan bakar dari LRT, integrasi pelayanan, kualitas pelayanan, dan pengenaan tarif.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan dengan adanya LRT, diharapkan masyarakat bisa bermigrasi ke moda transportasi massal dari kendaraan pribadi, yang penggunaannya sangat banyak di tanah air. Hal tersebut diharapkan bisa mengurangi tingkat polusi. 

Alhasil, dampak pertama adalah pengurangan emisi karbon dengan penggunaan LRT.  "Nilai positifnya luar biasa dari sisi lingkungan, misalnya pengurangan polusi dan juga kemacetan secara signifikan," tutur Tulus pada webinar, Kamis (12/5/2022).

Kedua, integrasi layanan LRT dengan moda transportasi publik lainnya. Tulus menegaskan pemerintah daerah perlu memikirkan penyediaan feeder untuk angkutan penumpang dari kawasan perumahan menuju stasiun LRT.

Adanya integrasi LRT dengan moda transportasi lainnya, baik bus, angkot, maupun moda lain dinilai krusial agar masyarakat bisa mengakses layanan LRT. Bahkan, Tulus menyebut integrasi layanan LRT dengan moda transportasi lain merupakan prasyarat.  

"Dari rumah menuju stasiun itu angkutannya apa? Kalau itu tidak ada, nanti orang menjadi enggan lagi menggunakan angkutan massal yang sedemikian mewah," lanjutnya.

Ketiga, kualitas pelayanan LRT di atas standar pelayanan minimal (SPM), agar bisa memberikan nilai yang setara dengan kendaraan pribadi. Kendati tidak bisa disamaratakan, Tulus menegaskan pelayanan di atas standar bisa menarik minat masyarakat untuk beralih dari penggunaan transportasi pribadi.

Keempat, tarif LRT berbasis kemauan dan kemampuan masyarakat untuk berbayar, atau aspek ability to pay (ATP) dan willingness to pay (WTP). Tulus menegaskan bahwa harus ada penyesuaian terhadap kemampuan dan kemauan masyarakat terkait dengan tarif yang akan dibayarkan.

Tulus juga mendorong agar adanya skema Public Service Obligation (PSO) untuk tarif LRT Jabodebek. Menurutnya, bila perlu PSO ditetapkan dengan besaran yang signifikan.

Adanya PSO, lanjut Tulus, diharapkan bisa menjadi penyeimbang agar pihak operator tidak rugi dan masyarakat bisa memiliki kemampuan dan kemauan membayar.

"Kami harapkan ada PSO, bila perlu yang signifikan. Tidak boleh kita menghitung untung-rugi dalam masalah ini. Negara harus hadir dengan memberikan PSO yang lebih signifikan," jelasnya.

Nantinya, LRT ditargetkan beroperasi sekitar akhir Desember 2022 atau awal 2023. Saat ini, proyek tersebut telah berjalan 81,75 persen sejak 2015.

Moda transportasi massal tersebut akan beroperasi di tiga lintas pelayanan yakni Cawang-Cibubur, Cawang Dukuh-Atas, dan Cawang-Bekasi Timur.

Lalu, total panjang lintasan yakni 44,3 kilometer dan akan melalui sebanyak 18 stasiun. Didiek memprediksi akan terdapat 137.000 penumpang LRT setiap harinya.

"Perkiraan 137.000 penumpang setiap harinya, dengan 650 perjalanan setiap harinya," ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kai pt kai kereta api YLKI jakpro pt kereta api indonesia light rail transit LRT lrt jabodebek
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top