Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsumsi Pemerintah Kontraksi -7,74 Persen, Begini Jawaban Kemenkeu

Pandemi yang semakin terkendali, juga disertai dengan pemulihan sektor swasta, memberikan ruang bagi normalisasi kebijakan fiskal. Hal ini tercermin dari realisasi belanja barang pemerintah pusat yang hingga akhir kuartal I/2022 terkontraksi 33,14 persen yoy.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  14:58 WIB
Gedung Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Bisnis - Abdurachman
Gedung Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi pemerintah pada kuartal pertama tahun ini mengalami kontraksi sebesar -7,74 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala BPS Margo Yuwono menyampaikan, penurunan belanja pemerintah pada periode tersebut tidak lain karena belanja barang dan belanja sosial yang menurun, seiring dengan kondisi pandemi yang semakin baik.

“Di kuartal I tahun lalu, lonjakan kasus tinggi sehingga pemerintah mengalokasikan belanja barang dan sosial untuk penanganan Covid-19 sangat tinggi, di kuartal I ini karena kondisi membaik, pemerintah mengurangi belanja barang dan sosial untuk penanganan Covid-19,” katanya, Senin (10/5/2022).

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyampaikan bahwa kondisi pandemi yang semakin terkendali, juga disertai dengan pemulihan sektor swasta, memberikan ruang bagi normalisasi kebijakan fiskal.

“Tingkat kebutuhan perawatan rumah sakit di masa puncak varian Omicron yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode gelombang pasca libur Nataru 2021 turut menekan kebutuhan belanja penanganan pandemi baik oleh pemerintah pusat maupun daerah,” katanya.

Hal ini tercermin dari realisasi belanja barang pemerintah pusat yang hingga akhir kuartal I/2022 terkontraksi 33,14 persen yoy.

“Moderasi fiskal yang terjadi tanpa adanya gangguan pada laju pemulihan ekonomi ini menjadi fondasi yang penting bagi keberlanjutan konsolidasi fiskal di tahun 2023,” kata Febrio.

Pada kuartal I/2022, BPS melaporkan perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,01 yoy. Berdasarkan komponen pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi.

Tercatat, konsumsi rumah tangga dan investasi (pembentukan modal tetap bruto/PMTB) tumbuh masing-masing sebesar 4,34 persen yoy dan 4,09 persen.

Di samping itu, ekspor pada kuartal I/2022 juga tumbuh tinggi, sebesar 16,22 persen yoy, seiring dengan lonjakan harga komoditas global sebagai imbas dari perang Rusia dan Ukraina.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi kemenkeu belanja pemerintah konsumsi pemerintah defisit fiskal
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top