Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Berkah Mudik Bagi PO Daerah hingga Tutup Celah Trader BBM Singapura

Berita tentang berkah mudik bagi perusahaan otobus daerah menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 02 Mei 2022  |  09:24 WIB
Ilustrasi - Terminal Pulo Gebang, Jakarta. - Bisnis/youtube
Ilustrasi - Terminal Pulo Gebang, Jakarta. - Bisnis/youtube

Bisnis, JAKARTA — Diperbolehkannya mudik Lebaran setelah dua tahun pelarangan akibat pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi pelaku usaha transportasi darat di Sumatra. Jumlah penumpang meningkat signifikan dibandingkan dengan kondisi normal.

Berita tentang berkah mudik bagi perusahaan otobus daerah menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id

Berikut ini highlight Bisnisindonesia.id, Senin (2/5/2022):

 

  1. Lampu Hijau Mudik Perpanjang Napas PO Bus di Daerah

Bisnis perusahaan otobus (PO) di daerah kebanjiran berkah akibat lonjakan permintaan dari pemudik tahun ini berkat diizinkannya aktivitas mudik setelah 2 tahun dilarang. Salah satu PO yang menikmati berkah itu adalah PO Intra di Pakanbaru, Riau.

Tiket PO Intra dari Pekanbaru menuju sejumlah kota di Sumatra Utara seperti Pematang Siantar, Tebing Tinggi, dan Medan ludes terjual untuk semua kelas layanan.

Semua kelas penuh, dari [kelas] ekonomi sampai super eksekutif seat 2-1 habis terjual. Seluruh tiket bahkan hingga usai Lebaran sudah habis terjual.

Perusahaan juga sempat kewalahan lantaran penumpang membludak. Tingginya permintaan membuat PO Intra harus menambah unit tambahan agar penumpang bisa terangkut seluruhnya.

  1. Pecah Rekor, Kendaraan Mudik ke Trans-Jawa Melonjak 165,5 Persen

Sejak Jumat (22/4), pemudik tercatat ada yang mengambil start untuk pulang kampung terlebih dahulu. Volume lalu lintas pemudik yang keluar dari Jabotabek pun yang melintasi ruas tol makin tinggi seiring mendekati hari Lebaran.

Puncaknya, pada Jumat (29/4) PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat rekor tertinggi melayani volume lalu lintas tertinggi pada periode arus mudik sepanjang libur Hari Raya Idul Fitri di Indonesia selama ini.

Di hari tersebut, sebanyak 105.016 kendaraan meninggalkan Jabotabek menuju Timur yakni Cirebon, Semarang, Solo, Surabaya, dan sekitarnya. Angka ini melonjak tajam sebesar 165,5 persen dari lalu lintas normal periode November 2021 sebanyak 39.554 kendaraan.

Rekor sebelumnya yakni pada periode arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2019 lalu. Jasa Marga saat itu mencatat rekor tertinggi melayani volume lalu lintas saat arus mudik, yaitu sebanyak 103.077 kendaraan meninggalkan Jabotabek menuju timur via jalan Tol Trans-Jawa yang melintas melalui GT Cikampek Utama.

  1. Lingkaran Risiko di Sekeliling Indonesia Versi Bank Dunia

Fundamental makro yang sehat sebelum pandemi memungkinkan Indonesia membangun penyangga keuangan dan fiskal untuk merespons krisis. Namun, Bank Dunia mengemukakan bahwa Indonesia menghadapi beberapa tantangan struktural jangka panjang yang dapat memengaruhi fase pemulihan.

Manajemen makro yang hati-hati telah dibatasi oleh upaya pajak yang rendah, pasar keuangan yang dangkal, dan tantangan daya saing. Indonesia merespons krisis dengan baik, termasuk dalam mengatasi tantangan tersebut melalui reformasi struktural untuk mendorong perpajakan dan investasi.

Indonesia menghadapi tantangan siklus jangka pendek yang dapat membebani pemulihan. Karena Covid-19 dapat menjadi endemik, diperlukan strategi untuk mempercepat program vaksinasi.

Risiko dari pengetatan moneter Amerika Serikat juga dapat meningkatkan biaya pembiayaan eksternal, dan meningkatnya ketegangan di Eropa memperburuk lingkungan eksternal.

Sementara itu, pekerjaan dan pendapatan belum kembali ke tingkat sebelum pandemi, terutama di rumah tangga rentan, dan cakupan program bantuan sosial di antara kelompok sasaran masih rendah.

  1. Kantong Tebal Toko Oleh-Oleh Semasa Pekan Lebaran 1443 H

Kunjungan wisatawan domestik diyakini kembali meningkat mendekati masa prapandemi setelah pelonggaran sejumlah protokol pembatasan mobilitas masyarakat sejak akhir tahun lalu.

Keyakinan itu ditopang oleh sentimen positif ribuan wisatawan domestik yang mengunjungi ratusan toko pusat oleh-oleh khas Bali di sepanjang jalan utama Kuta, Badung, Bali pada pekan libur Lebaran 2022.

Tim Jelajah Lebaran 2022 Bisnis Indonesia mengunjungi sejumlah toko pusat oleh-oleh yang berada di sejumlah titik kawasan Bali Selatan yang sudah mulai terlihat ramai. Misalkan, Krisna Oleh-Oleh Bali di Sunset Road Kuta, Joger di Jalan Raya Kuta, dan Serimpi Bali yang masih terletak di jalan yang sama.

Asisten Manager Krisna Oleh-Oleh Bali cabang Sunset Road Kuta Dian Wardhani mengungkapkan bahwa kunjungan pembeli sudah naik sekitar 60 persen jika dibandingkan dengan triwulan pertama tahun lalu.

  1. Saatnya Menutup Celah ‘Permainan’ Para Trader BBM di Singapura

Indonesia masih bergantung pada impor minyak dan bahan bakar minyak (BBM) dari Singapura untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, padahal negara itu tidak mempunyai ladang minyak.

Secara nasional konsumsi bahan bakar nasional diproyeksikan terus meningkat, sedangkan kapasitas produksi tidak banyak berubah. Hal itu pula yang membuat Indonesia menjadi negara pengimpor minyak terbesar di Asia Tenggara.

Hingga 2030 mendatang, konsumsi minyak bumi di dalam negeri bahkan diproyeksikan naik menjadi 2,27 juta barel per hari (bph) dan konsumsi gas bumi sekitar 11.728 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Jumlah itu meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan konsumsi pada 2020 sekitar 1,66 juta bph minyak dan 6.557 MMscfd gas.

Dengan kondisi ini, sudah dapat dipastikan impor minyak bakal terus melonjak jika tidak dibarengi dengan upaya yang ekstra keras agar target lifting minyak 1 juta barel dan gas 12 miliar kaki kubik per hari pada 2030 bisa tercapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Top 5 News Bisnisindonesia.id
Editor : Emanuel B. Caesario

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top