Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mudik 2022: Pelabuhan Merak Macet dan Padat, Kemenhub Lakukan Ini

Kemenhub melakukan upaya untuk merespons Pelabuhan Merak yang macet dan padat pemudik saat periode mudik Lebaran 2022.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 29 April 2022  |  07:54 WIB
Ratusan kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera memenuhi tempat parkir di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (28/4/2022) dinihari. Peningkatan pemudik dan kendaraan di pelabuhan tersebut menyebabkan kemacetan sepanjang 7 kilometer dari Pelabuhan Merak hingga Kota Cilegon bagian barat. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman - nym.rn
Ratusan kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera memenuhi tempat parkir di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (28/4/2022) dinihari. Peningkatan pemudik dan kendaraan di pelabuhan tersebut menyebabkan kemacetan sepanjang 7 kilometer dari Pelabuhan Merak hingga Kota Cilegon bagian barat. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman - nym.\r\n

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai respons atas penumpukan kendaraan pemudik di Pelabuhan Merak, Senin (25/4/2022) sampai dengan Selasa (26/4/2022), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menambah dermaga dan kapal penyeberangan untuk mengurai kemacetan dan mempercepat pengangkutan penumpang saat mudik Lebaran.

Untuk penambahan dermaga, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan telah menyediakan dua dermaga tambahan di luar yang dimiliki oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), yakni Indah Kiat yang dikelola oleh Pelindo, dan Bojonegara. 

"Dua dermaga ini sudah bisa digunakan sebagai tambahan untuk mengurai kemacetan yang ada di dermaga penyeberangan ASDP," tutur Budi pada konferensi pers, Kamis (28/4/2022).

Selain dermaga, Kemenhub menyiapkan kapal tambahan yang dioperasikan untuk mengangkut pemudik dari masing-masing dermaga tambahan.

Dari Pelabuhan Indah Kiat, kapal tambahan yang akan digunakan yakni milik ALP yang akan menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Panjang, bukan Bakauheni. Budi mengatakan kapal sepanjang 200 meter tersebut saat ini sudah mulai mengangkut utamanya kendaraan barang.

Budi mengatakan kapal tambahan tersebut akan melayani sebanyak dua perjalanan (trip), dengan sekitar berdurasi enam jam. Kapal tambahan tersebut diharapkan bisa mengurai kemacetan dan kepadatan kendaraan pemudik yang mengantre penyeberangan ke Sumatera. Diharapkan kapal yang bisa mengangkut sampai dengan 250 kendaraan itu bisa langsung mulai beroperasi hari ini.

"Kalau ini sekaligus mengangkut maka bisa sekitar 250 kendaraan campuran. Tapi kalau hanya kendaraan kecil bisa sampai dengan 300," jelas Budi.

Untuk yang berangkat dari Bojonegara, kapal-kapal yang nantinya akan digunakan untuk mengangkut penumpang penyeberangan dari Pelabuhan Bojonegara adalah berjenis LCT. Kapal-kapal tersebut akan melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Bakauheni.

"Dengan tambahan dua dermaga dan beberapa kapal ini, diharapkan bisa mengurai beberapa kendaraan yang mengantre," ujarnya.  

Di Pelabuhan Merak, Budi juga telah melakukan berbagai rekayasa pola operasi seperti menambah satu kapal di masing-masing dermaga sehingga total menjadi enam kapal di setiap dermaga. Lalu, sejak tadi malam, kapal yang berangkat ke Bakauheni akan langsung kembali tanpa memuat penumpang ke Merak.

"Sejak tadi malam dari Merak itu memuat [penumpang saja]. Sampai di Bakauheni kita hanya bongkar tidak muat. Artinya waktu untuk pelayanan jadi lebih cepat," jelasnya.

Adapun, ASDP mengoperasikan sebanyak tujuh dermaga di Pelabuhan Merak pada saat angkutan Lebaran 2022. Dari 69 kapal yang standby, 40 di antaranya dioperasikan saat ini dari kondisi normal sebanyak 29 kapal.

Secara keseluruhan, terdapat 13 lintasan penyeberangan di bawah koordinasi 14 cabang yang saat ini dioperasikan ASDP untuk Lebaran 2022. Kemudian, sebanyak total 66 dermaga siap beroperasi untuk arus mudik Lebaran 2022.

Lalu, total kapal yang beroperasi sebanyak 234 unit dengan di antaranya 66 unit merupakan kapal ASDP dan 168 unit kapal non-ASDP.

"Kami pastikan kesiapan sarana dan prasarana memadai, sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada seluruh pengguna jasa," jelas Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin, Rabu (27/4/2022).

Berdasarkan asumsi perhitungan trafik, Shelvy memprediksi terdapat sebanyak 17.600 perjalanan (trip) pada masa angkutan Lebaran 2022. Jumlah tersebut, lanjut Shelvy, naik 16 persen dibandingkan dengan 2021 yakni 15.100 perjalanan.

Selain itu, total jumlah penumpang diperkirakan sebanyak 3,2 juta orang atau naik 65 persen dibandingkan realisasi 2021 sebanyak 1,94 juta orang.

Lalu, kendaraan roda dua diperkirakan mencapai 144.000 unit atau naik 47 persen dibandingkan realisasi 2021 sebesar 98.000 unit.

Selanjutnya, kendaraan roda empat diperkirakan mencapai sebanyak 238.000 atau naik 59 persen dibandingkan dengan realisasi periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 149.000 unit.

Adapun, truk logistik diperkirakan mencapai 181.000 unit atau naik 24 persen dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebanyak 146.000 unit.

"Sehingga total seluruh kendaraan diperkirakan mencapai 582.000 unit atau naik 44 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 403.000 unit," jelas Shelvy.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Mudik Lebaran mudik arus mudik pelabuhan merak
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top