Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bappenas Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,3-5,9 Persen di 2023

Target pertumbuhan ekonomi tersebut sebagai upaya mengangkat kembali derajat ekonomi Indonesia yang tercantum dalam visi Indonesia 2045 yaitu lepasnya Indonesia dari middle income trap.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 21 April 2022  |  12:38 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memberikan penjelasan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (13/7/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memberikan penjelasan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (13/7/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -  Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di level 5,3 hingga 5,9 persen di 2023.

Target pertumbuhan ekonomi tersebut sebagai upaya mengangkat kembali derajat ekonomi Indonesia yang tercantum dalam visi Indonesia 2045 yaitu lepasnya Indonesia dari middle income trap.

"Untuk mencapai ini, pertumbuhan ekonomi indo harus mencapai rata-rata sebesar 5,7 persen hingga 2045. Selain itu kontribusi  pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia (KTI) juga harus didorong kontribusinya hingga mencapai 50 persen terhadap nasional," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Rakorbangpus 2022, Kamis (21/4/2022).

Untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 hingga 5,9 persen pada 2023, Suharso menjelaskan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tersebut memerlukan dorongan konsumsi masyarakat yang diperkirakan dapat tumbuh 5,2-5,4 persen mengingat peningkatan aktivitas masyarakat dengan adanya peralihan dari masa pandemi ke endemi.

Investasi juga diharapkan dapat didorong lebih tinggi pada 2023 seiring dengan berlanjutnya proyek pembangunan infrastruktur prioritas, pelaksanaan industrialisasi serta peningkatan investasi pada industri yang ramah lingkungan. Tak hanya itu, Suharso juga meminta ekspor lebih didorong agar tumbuh 6 hingga 7,3 persen.

Pertumbuhan ini, kata Suharso, tentunya akan berasal dari peningkatan permintaan seiring dengan membaiknya kondisi global dan peningkatan produktivitas Indonesia.

Kemudian dari sisi lapangan usaha, sektor industri diperkirakan masih menjadi motor penggerak, didorong oleh keberlanjutan pengembangan tujuh sektor prioritas. Tujuh sektor prioritas tersebut antara lain makanan dan minuman, tekstil, ritel, otomotif, alat kesehatan, industri hijau serta perluasan penerapan industri 4.0.

Sementara di sektor pertanian, diharapkan tumbuh positif, dengan berlanjutnya kebijakan pengembangan serta Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Geratieks).

Tak hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi saja, Bappenas juga menargetkan tingkat kemiskinan bisa ditekan pada level 7,5 - 8,5 persen, tingkat pengangguran terbuka di  5,3-6,0 persen, serta rasio gini di 0,375-0,378.

Selain itu, Bappenas juga menargetkan indeks pembangunan manusia di 73,31-73,49, penurunan emisi rumah kaca di level 27,02 persen serta  indikator lainnya yaitu nilai tukar petani  di 103-105 dan nilai tukar nelayan di 106-107 pada 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bappenas Pertumbuhan Ekonomi middle income trap
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top