Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkeu Klaim Hilirisasi Sukses Genjot Ekspor Manufaktur

Kinerja positif manufaktur menunjukan bahwa ekspor Indonesia semakin bernilai tambah tinggi dan tidak hanya mengandalkan komoditas. Hal ini didorong oleh salah satunya upaya hilirisasi yang kian menampakan hasil, sehingga akan terus diperkuat ke depannya.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 20 April 2022  |  15:35 WIB
Sejumlah kapal tongkang yang mengangkut batubara berada di Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021). Bloomberg - Dimas Ardian
Sejumlah kapal tongkang yang mengangkut batubara berada di Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021). Bloomberg - Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA -  Pemerintah mengklaim struktur ekspor Indonesia terus membaik sejalan dengan peningkatan proporsi komoditas non-SDA. Di sisi sektoral, ekspor sektor manufaktur menjadi komponen tertinggi dari total ekspor non-migas, tumbuh 29,83 persen (year-on-year/yoy) pada Maret 2022.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu berharap, ekspor manufaktur yang tinggi tersebut dapat menjadi bantalan. Tidak hanya bagi keseimbangan eksternal saja, namun juga ekonomi domestik termasuk dari sisi penciptaan lapangan kerja.

"Kinerja positif manufaktur menunjukan bahwa ekspor Indonesia semakin bernilai tambah tinggi dan tidak hanya mengandalkan komoditas. Hal ini didorong oleh salah satunya upaya hilirisasi yang kian menampakan hasil, sehingga akan terus diperkuat ke depannya," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/4/2022).

Dia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menggalakkan ekspor yang bernilai tambah tinggi dengan hilirisasi SDA Indonesia. Beberapa contoh produk tersebut antara lain besi, baja dan feronikel. Sebagai olahan mineral, produk tersebut kini mulai menopang ekspor Indonesia dengan pertumbuhan yang pesat.

Febrio juga menambahkan, prioritas hilirisasi SDA pemerintah saat ini adalah tambang dan mineral seperti nikel hidrat, besi dan baja, CPO seperti margarin, sabun mandi, serta migas dan Batubara seperti etilena, propilena, dan lain-lain.

Ekspor menjadi driver utama kinerja pertumbuhan ekonomi 2021 pada saat konsumsi rumah tangga mengalami tekanan akibat pandemi. Kontribusi ekspor pada pertumbuhan ekonomi di kuartal I/2022 juga diperkirakan cukup signifikan, selain semakin menguatnya aktivitas konsumsi dan investasi seiring dengan keberhasilan pengendalian gelombang varian Omicron.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor Indonesia tumbuh kuat pada Maret 2022, bila dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 44,36 persen. Adapun pertumbuhan ekspor terjadi baik pada komponen migas 54,8 persen (yoy) maupun nonmigas 43,82 persen (yoy).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan hilirisasi
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top