Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mudik Lebaran 2022: Ini Sejumlah Area yang Diprediksi Bakal Macet Parah

Kementerian Perhubungan telah mengecek sejumlah area yang akan menjadi titik kemacetan selama arus mudik Lebaran 2022.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 16 April 2022  |  13:18 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berbincang bersama Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri (tengah) dan Wali Kota Bogor Bima Arya (kiri) saat naik KA Pangrango rute Bogor-Sukabumi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/4/2022). Kementerian Perhubungan kembali akan mengoperasikan KA Pangrango rute Bogor-Sukabumi pada 10 April 2022 setelah selama delapan bulan berhenti sementara karena pembangunan jalur ganda di rute tersebut. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah - YU
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berbincang bersama Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri (tengah) dan Wali Kota Bogor Bima Arya (kiri) saat naik KA Pangrango rute Bogor-Sukabumi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/4/2022). Kementerian Perhubungan kembali akan mengoperasikan KA Pangrango rute Bogor-Sukabumi pada 10 April 2022 setelah selama delapan bulan berhenti sementara karena pembangunan jalur ganda di rute tersebut. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah - YU

Bisnis.com, JAKARTA - Menjelang mudik Lebaran 2022, sejumlah area diprediksi akan terjadi perlambatan atau kemacetan, seperti jalur tol dari Bekasi, Jakarta ke arah Cikampek hingga Semarang.

Guna mengetahui mana yang paling efektif menekan kemacetan dengan rasio perbandingan volume kendaraan dengan kapasitas jalan (VC Ratio) yang terkecil, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek langsung kegiatan simulasi penerapan rekayasa lalu lintas di jalan tol arah Cikampek.

"Jumlah pemudik pada tahun ini meningkat sekitar 45 persen dibanding mudik tahun 2019 sebelum pandemi. Sedangkan, dua titik yang perlu dilakukan antisipasi khusus adalah jalur Bekasi-Semarang dan penyeberangan Merak Bakauheni," kata Budi, dikutip Sabtu (16/4/2022).

Adapun dia menyebut, sektor darat menjadi yang paling krusial untuk ditangani. Sekitar 47 persen dari 85,5 juta orang yang diprediksi melakukan mudik akan menggunakan jalur darat, baik kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) maupun angkutan darat (bus, angkutan penyebrangan, dan lain-lain).

Sementara itu, sambung Budi, pada mudik tahun ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan tidak akan melakukan penyekatan dan putar balik serta pengendalian di lapangan dilakukan secara humanis dan persuasif.

"Diharapkan, perjalanan mudik dapat berlangsung dengan lancar dan penuh kegembiraan, setelah dua tahun ini masyarakat tidak melakukan mudik akibat pandemi Covid-19. Selain itu, diharapkan tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 usai masa mudik," ucapnya.

Lebih lanjut, Menhub menuturkan sejumlah area yang diprediksi akan terjadi perlambatan atau kemacetan yakni di pintu masuk tol, rest area, pom bensin, dan tempat-tempat lainnya.

Sedangkan, tambah dia, sejumlah titik yang diprediksi terjadi kepadatan yaitu Jalur tol Tangerang-Merak Km 26, Jalur Tol arah Cikampek Km 48-60, KM 31-37, Km 70-72, dan untuk arus balik di Km 54.

“Beberapa hari ini akan dilakukan simulasi penerapan rekayasa lalu lintas, yang nantinya bisa menjadi rekomendasi yang terukur dalam pengambilan keputusan,” imbuhnya.

Budi menambahkan, diskresi rekayasa lalu lintas di lapangan akan ditetapkan oleh Korlantas Polri. Adapun, Menhub menyebut sejumlah rekayasa lalu lintas yang akan disiapkan diantaranya yaitu Contra flow, One Way dan Ganjil Genap.

Namun begitu, Kementerian Perhubungan dan pihak terkait saat ini masih mendiskusikan kapan dimulainya rekayasa lalu lintas mudik Lebaran 2022 tersebut. Adapun hasil dari simulasi ini akan segera dilaporkan dan direkomendasikan kepada Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol Kemenhub kemacetan Mudik Lebaran
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top