Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina Proyeksikan Peningkatan Konsumsi Pertamax CS 10.000 KL per Hari pada H-1 Lebaran

Mudik tahun ini diperkirakan akan mengalami lonjakan, setelah 2 tahun masa pandemi masyarakat tidak bisa mudik ke kampung halaman. Berdasarkan prediksi pemerintah, terdapat sekitar 85,5 juta pemudik dan 33 juta mobil yang akan bergerak di seluruh Indonesia selama arus mudik Lebaran 2022. Dari situ, konsumsi BBM pun diperkirakan akan terkerek.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 15 April 2022  |  16:52 WIB
Pertamina Proyeksikan Peningkatan Konsumsi Pertamax CS 10.000 KL per Hari pada H-1 Lebaran
Petugas SPBU di Kota Palembang mengisi BBM kendaraan saat libur Natal 2020. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memproyeksikan peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis gasoline pada saat arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Subholding Commercial & Trading (C&T) Alfian Nasution mengatakan puncak kenaikan konsumsi gasoline akan terjadi pada H-1 dan H+1 dan saat arus balik H+5.

Sementara itu, produk diesel akan terjadi penurunan karena pembatasan truk besar pada H-4 sampai dengan H-1 dan saat H+5 sampai dengan H+7 saat arus balik. Kendati demikian, konsumsi nasional pada tahun ini diproyeksikan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Dia menuturkan, pelonggaran aturan perjalanan telah mendorong mobilisasi masyarakat cenderung meningkat sehingga diperkirakan realisasi konsumsi avtur di satgas 2022 meningkat hingga 57 persen jika dibandingkan dengan 2021, yaitu dari 5.434 kiloliter (KL) per hari menjadi 8.527 kl per hari.

"Produk gasoline pada satgas 2022 diperkirakan meningkat 11 persen jika dibandingkan dengan 2021 yaitu dari 90.000 kl per hari menjadi 100.000 kl per hari, untuk produk gasoil pada masa satgas 2022 ini meningkat 24 persen menjadi 44.000 kl per hari jika dibandingkan dengan satgas tahun lalu 36.000 KL per hari," ungkap Alfian dalam keterangan resminya, Jumat (15/4/2022).

Selama masa Lebaran 2022, Pertamina memberikan layanan BBM selama periode siaga pada masa Lebaran, seperti SPBU Siaga di wilayah jalur potensial (jalur tol, jalur wisata, jalur logistik) yang disiagakan 24 jam sebanyak 1.370 SPBU, sedangkan agen dan outlet LPG Siaga yang juga disiagakan hingga 24 jam khusus di wilayah dengan permintaan tinggi saat rafi sebanyak 48.000 unit.

Kiosk Pertamina siaga unit yaitu unit layanan tambahan di lokasi yang tidak ada SPBU dan menyediakan pertamax dan dex series sebanyak 50 unit. Layanan antar untuk BBM (pertamax/dex series) untuk konsumen di lokasi-lokasi macet sebanyak 230 unit. Mobil tanki yang disiagakan sebagai kantong/cadangan suplay bbm hingga 149 unit hingga Fasilitas kesehatan juga kita standby-kan bekerja sama dengan Pertamedika untuk penyediaan pengecekan kesehatan termasuk ambulance di 14 lokasi.

Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina sekaligus Ketua Satgas, Mulyono mengatakan, Pertamina siap mendukung kebijakan Pemerintah yang memperbolehkan masyarakat melakukan mudik.

Mulyono, mudik tahun ini diperkirakan akan mengalami lonjakan, setelah 2 tahun masa pandemi masyarakat tidak bisa mudik ke kampung halaman. Berdasarkan prediksi pemerintah, terdapat sekitar 85,5 juta pemudik dan 33 juta mobil yang akan bergerak di seluruh Indonesia selama arus mudik Lebaran 2022.

“Seluruh pekerja Subholding Pertamina mulai dari upstream, pengolahan, perkapalan, pemasaran hingga gas bekerja bersama untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik. Satgas RAFI akan bekerja 24 jam untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik. Seluruh infrastruktur distribusi energi sudah siap mengamankan pasokan BBM dan LPG," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM BBM Mudik Lebaran mudik
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top