Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jumlah Pesawat Susut 50 Persen, Maskapai Bisa Layani Mudik Lebaran?

Kemenhub menyebut jumlah pesawat yang dioperasikan maskapai sudah susut lebih dari 50 persen saat mudik Lebaran 2022.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 08 April 2022  |  18:02 WIB
Jumlah Pesawat Susut 50 Persen, Maskapai Bisa Layani Mudik Lebaran?
Ilustrasi. Penumpang pesawat berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan menyebut sebanyak 11 maskapai telah menyiapkan 335 pesawat untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pada mudik Lebaran 2022 kendati jumlah tersebut sudah susut lebih dari 50 persen.

Sekretaris Dirjen Perhubungan Udara Nur Isnin mengatakan jumlah pesawat yang dioperasikan maskapai sebelum pandemi Covid-19 adalah hampir mencapai lebih dari 600 unit. Kondisi susut tersebut terjadi lantaran sejumlah pesawat tersebut sebagian sudah dikembalikan kepada lessor.

Meski jumlah pesawat yang dioperasikan maskapai mengalami penurunan, dia berharap tetap bisa mengantisipasi sekitar 8,7 juta pemudik yang diprediksikan akan menggunakan transportasi udara.

“Kami harapkan masih bisa melayani kapasitas pemudik melalui udara. Tercatat jumlah pesawat yang siap operasi serviceable 335 pesawat dari 11 operator. Kami optimalkan supaya bisa melayani optimal untuk mudik,” ujarnya, Jumat (8/4/2022).

Dia memastikan bahwa semua jenis pesawat tersebut harus memenuhi SOP dan standar keselamatan. Jumlah pesawat yang sebelumnya terparkir mengalami prosedur jangka panjang pengecekan oleh inspektur kelaikan udara untuk bisa diaktifkan kembali.

“Kami stand by alokasi pesawat mayoritas untuk rute ke Jawa. Sekarang banyak frekuensi berkurang tapi sebetulnya menggunakan maksimal pesawat yang maskapai punya sesuai tingkat permintaan yang ada,” jelasnya.

Selama periode lebaran 2022 tersebut, Isnin menyebut masih mengkaji kebijakan terkait harga tiket pesawat. Pemerintah bisa saja memberlakukan kebijakan tuslah selama periode tertentu di rute tertentu untuk jenis pesawat tertentu. Hal tersebut seperti yang telah diberlakukan pada saat lonjakan penumpang MotoGP.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan puncak arus mudik Idulfitri 1443 H atau 2022 diperkirakan jatuh pada 29 dan 30 April 2022. Potensi pergerakan pemudik diprediksi mencapai 85,5 juta orang, berdasarkan animo masyarakat yang ditemukan melalui survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhir Maret 2022.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menjelaskan bahwa berdasarkan survei ketiga yang dilakukan, puncak arus mudik akan jatuh pada sekitar H-3 Idulfitri, pada pukul 07.00 dan 09.00 WIB.

"Hasil survei menunjukkan bahwa perjalanan masyarakat akan mencapai puncaknya pada 29 dan 30 April, tepatnya antara pukul 07.00 dan 09.00 WIB. Sekali lagi ini hasil survei ya. Sementara [itu] puncak arus balik tanggal 8 Mei, jam 07.00 dan 09.00 pagi juga," tuturnya pada briefing media, Jumat (8/4/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub maskapai penerbangan Mudik Lebaran
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top