Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Optimistis Pasar Lebaran, PT Kino Indonesia Tbk. (KINO) Targetkan Pertumbuhan 20 Persen

Perseroan telah mengalami kenaikan permintaan pada kuartal pertama tahun ini. Produsen minuman Cap Panda dan Cap Kaki Tiga itu meyakini penguatan permintaan akan memuncak pada kuartal kedua dan ketiga 2022.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  14:22 WIB
Produk minuman yang diproduksi PT Kino Indonesia Tbk. - kino.co.id
Produk minuman yang diproduksi PT Kino Indonesia Tbk. - kino.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) PT Kino Indonesia Tbk. (KINO) menargetkan pertumbuhan penjualan 20 persen pada tahun ini seiring perbaikan pasar.

Direktur Kino Budi Muljono mengatakan perseroan telah mengalami kenaikan permintaan pada kuartal pertama tahun ini. Produsen minuman Cap Panda dan Cap Kaki Tiga itu meyakini penguatan permintaan akan memuncak pada kuartal kedua dan ketiga 2022.

"Kami sudah mempersiapkan [permintaan Lebaran] sejak beberapa bulan lalu, jadi kami siap menampung semua permintaan di pasar dimana sudah terbentuk dan akan berpuncak di kuartal II dan III ini," kata Budi saat dihubungi Bisnis, Selasa (22/2/2022).

Selain perbaikan pasar dan permintaan, proyeksi pertumbuhan penjualan juga akan didorong upaya untuk memperluas pasar domestik dan ekspor, serta pendalaman penetrasi pada pasar yang sudah dijajaki sebelumnya.

Sementara itu, mengenai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 dan 4, Budi mengatakan dampaknya harus dilihat jika kebijakan itu berkepanjangan. Menurutnya saat ini pasar terus mengalami perbaikan dan pemulihan dibandingkan tahun lalu.

Adapun, menanggulangi kenaikan harga-harga bahan baku yang sudah terjadi sejak tahun lalu, Budi mengatakan perseroan sementara ini baru berupaya melakukan berbagai efisiensi. Keputusan penaikan harga jual belum ditempuh.

"Pasti ada dampak [kenaikan harga bahan baku] sebagaimana dialami semua produsen. Akan tetapi, kami berusaha manage dengan lebih efisien di biaya-biaya lain," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan produsen akan menaikkan harga 4 persen hingga 7 persen pada tahun ini karena kenaikan harga bahan baku. Langkah tersebut diambil setelah selama dua tahun produsen tidak melakukan penaikan harga jual.

Sementara itu, pertumbuhan industri makanan dan minuman ditargetkan 5 persen hingga 7 persen pada tahun ini. Sepanjang 2021, industri mamin tercatat tumbuh 2,54 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri makanan dan minuman kino indonesia
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top