Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Fase Kritis Polemik Minyak Goreng hingga Hengkangnya JET Express

Berita tentang fase kritis polemik minyak goreng menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 20 Februari 2022  |  08:46 WIB
Sejumlah warga antre untuk membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar minyak goreng murah di Halaman Kantor Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah warga antre untuk membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar minyak goreng murah di Halaman Kantor Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Polemik minyak goreng di Indonesia makin pelik. Pada saat di tingkat hilir terjadi kelangkaan suplai untuk disalurkan ke pasaran, di tingkat hulu justru terjadi mogok produksi akibat cekaknya bahan baku CPO yang sesuai kriteria DMO dan DPO. Jika sudah begini, apa yang harus dilakukan pemerintah?

Berita tentang fase kritis polemik minyak goreng menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id.

Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id

Berikut ini highlight Bisnisindonesia.id, Minggu (20/2/2022):

 

  1. Fase Kritis Polemik Minyak Goreng, Adakah Panaseanya?

Pemerintah makin galak mengejar para biang keladi kelangkaan minyak goreng kemasan di pasaran dalam beberapa pekan terakhir. Namun, di tengah makin ruewtnya polemik komoditas berbasis minyak sawit itu, akankah Kementerian Perdagangan berhasil mengeksekusi misinya?

Untuk diketahui, sehari setelah bertandang ke Makkasar, Sulawesi Selatan dan menemukan pasokan minyak goreng premium yang kosong di pasar tradisional, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bertolak ke Surabaya untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar pada Jumat (18/2/2022).

Di Ibu Kota Jawa Timur pun, Lutfi sekali lagi menemukan kasus serupa dengan di Makassar. Kali ini dia mendapati minyak goreng curah yang dijual di atas ketentuan harga eceran tertinggi (HET) Rp11.500/liter.

Merasa geram, dia menuding sebagian besar distributor masih menahan pasokan minyak goreng ke pasar sehingga memicu harga tertahan tinggi atau jauh dari ketetapan HET di tingkat ritel/eceran.

  1. Tak Masuk Lokapasar, Jasa Kurir Tersingkir. Seperti JET Express?

Pengumuman penghentian operasi JET Express mengejutkan banyak orang di tengah bisnis jasa pengiriman barang yang konon panen cuan selama ledakan dagang-el saat pandemi.

Apalagi, ekspansi perusahaan jasa kurir ini bisa dibilang pesat. Memulai operasi pada pertengahan 2015 dengan dua cabang, perusahaan yang didirikan oleh Peter Candra itu sudah membuka 12 cabang pada akhir tahun yang sama.

Perusahaan bahkan sudah memiliki cabang di sekitar 60 kota setelah 7 tahun beroperasi, yang beberapa di antaranya di luar Jawa, seperti Kota Banjarmasin, Bengkulu, Banda Aceh, Makassar, Medan, dan Palu.

Lalu, apa yang salah sampai perusahaan jasa kurir seekspansif ini kemudian undur diri?

  1. Masih Ada Harapan Menyelamatkan Industri Mal

Kontribusi ekonomi dari industri ritel modern berformat pusat perbelanjaan diyakini bakal pulih perlahan, khususnya seiring dengan dilonggarkannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di DKI Jakarta.

Penurunan kasus harian Covid-19 di Jakarta dalam sepekan terakhir menunjukkan tanda-tanda bahwa gelombang Omicron mulai melewati masa puncaknya. Hal tersebut sesuai dengan yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara melihat geliat ekonomi terus aktif karena mobilitas masyarakat pun cukup tinggi termasuk di pusat perbelanjaan dan ritel modern.

Selain itu, menurutnya, masyarakat yang sudah terbiasa hidup dalam pandemi selama 2 tahun terakhir pun tetap melakukan belanja secara langsung. Kehadiran vaksin dosis ketiga alias booster menjadi penunjang kegiatan ini.

  1. Mengalirkan Lagi Luapan Kontribusi Manufaktur ke PDB

Utilitas manufaktur di Indonesia terus melembam, kendati industriawan makin percaya diri dengan tren pemulihan permintaan di dalam negeri. Berbanding lurus dengan lesunya produksi, kontribusi industri pengolahan terhadap PDB pun konstan loyo.

Kementerian Perindustrian mencatat rata-rata utilitas kapasitas industri sepanjang 2021 berada di angka 66,7 persen, meningkat dari awal 2021 yang sebesar 60,3 persen.

Di sisi lain, kontribusi manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional belum mampu kembali menembus 20 persen, meski masih menjadi yang tertinggi dibandingkan sektor usaha lainnya.

Pada 2015, industri manufaktur mencatatkan kontribusi sebesar 20,99 persen terhadap PDB, sebelum mengalami penurunan 4 tahun berturut-turut hingga 2019 yakni 20,52 persen, 20,16 persen, 19,86 persen, dan 19,62 persen.

Pada 2020, angka kontribusi tersebut sedikit naik menjadi 19,8 persen. Tahun lalu, industri pengolahan menjadi sumber tertinggi pertumbuhan PDB nasional sebesar 0,70 persen dari 3,69 persen. Artinya, persentase kontribusinya sebesar 18,9 persen, justru turun dari tahun sebelumnya.

  1. Jerat Binary Option Berujung Ancaman Pidana Bagi Influencer

Kasus investasi ilegal Binary Option memasuki babak baru. Kali ini, sorotan tertuju pada para influencer yang mempromosikan aplikasi trading ilegal berkedok judi online tersebut.

Pihak kepolisian akhirnya turun tangan memproses kasus tersebut setelah adanya laporan dari para korban yang mengaku rugi miliaran rupiah. Para korban menyebut affiliator atau influencer bertanggung jawab atas kerugian yang yang mereka alami.

Polisi pun memanggil para influencer yang pernah mempromosikan Binary Option. Salah satunya Indra Kesuma alias Indra Kenz.

Pria yang disebut crazy rich asal Medan itu dipanggil kepolisian sebagai terlapor pada Jumat (18/2/2022). Namun, Indra tidak dapat hadir pada pemanggilan tersebut dengan alasan berobat ke luar negeri. Dirinya menyatakan baru bisa memenuhi panggilan Kepolisian pada 25 Februari 2022.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Top 5 News Bisnisindonesia.id
Editor : Emanuel B. Caesario

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top