Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Persaingan Ketat, Bos JNE: Bisnis Industri Logistik Justru Makin Kuat

Bos JNE menilai bisnis industri logistik makin kuat di tengah persaingan yang ketat.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 18 Februari 2022  |  22:06 WIB
Presiden Direktur PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Mohamad Feriadi menyampaikan pengalamannya pada acara Leaders Day Bisnis Indonesia, di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Selasa (13/3/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Presiden Direktur PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Mohamad Feriadi menyampaikan pengalamannya pada acara Leaders Day Bisnis Indonesia, di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Selasa (13/3/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menilai saat ini persaingan usaha jasa logistik di Indonesia sangat kuat. Apalagi, adanya pandemi Covid-19 membuat jasa pengiriman barang sangat dibutuhkan masyarakat.

Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto mengatakan persaingan yang kuat pada bisnis logistik mengharuskan setiap perusahaan harus memiliki strategi tersendiri.

"Bagi perusahaan yang memiliki bisnis model yang tepat dan proses bisnis yang efisien tentu akan mempunyai daya saing, dibandingkan mereka yang tidak memiliki bisnis model yang dibutuhkan saat pandemi dan bisnis proses yang kurang efisien," jelasnya, Jumat (18/2/2022).

Feriadi menilai saat ini yang paling dibutuhkan masyarakat adalah upaya perusahaan logistik bisa menawarkan solusi yang tepat dan harga yang bersaing.

Menurutnya, strategi yang saat ini difokuskan oleh JNE yakni memperkuat teknologi informasi dan terus melakukan inovasi guna mencari peluang bisnis logistik untuk dikembangkan.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, PT JNE telah melakukan berbagai hal sejak awal 2022. Pertama, melakukan ‘Survey Brand Health’ untuk menentukan langkah dan strategi yang tepat di tengah persaingan yang makin ketat.

Kedua, JNE juga berkolaborasi dengan PT Pelindo Solusi Logistik (PSL) untuk pengembangan layanan logistik di pelabuhan yang berbasis digital, baik untuk skala retail maupun korporasi.

Layanan berbasis digital juga didorong melalui inovasi di internal bidang teknologi informasi dan komunikasi (IT), serta infrastruktur atau jaringan seperti Gateway, Gedung Operasional maupun titik layanan (counter/outlet).

Ketiga, mendorong upaya pengiriman barang yang langsung ke konsumen atau masyarakat (C to C). Di samping itu, JNE terus berupaya memenuhi kebutuhan pengiriman pelanggan saat ini, seperti meningkatkan kualitas produk layanan atau fasilitas seperti COD, e-payment atau cashless, Fulfilment Center (Logistik UKM), JTR (JNE Trucking) dan sebagainya.

Dengan adanya tren peningkatan e-commerce, Feriari menilai kompetisi antar pelaku usaha logistik akan semakin menarik. Dia memandang peningkatan kompetisi antar perusahaan logistik bisa menciptakan peluang yang makin besar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik jne
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top