Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Tekstil dan Industri Tembakau Masih Tertatih, Alami Kontraksi Sepanjang 2021

Selain kedua sektor industri tersebut, sektor industri elektronik juga mengalami nasib serupa. Secara keseluruhan pertumbuhan industri manufaktur mencapai 3,39 persern pada 2021.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 Februari 2022  |  12:48 WIB
Pekerja menyelesaikan produksi celana di salah satu industri tekstil, Kopo, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/1 - 2021). /ANTARA
Pekerja menyelesaikan produksi celana di salah satu industri tekstil, Kopo, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/1 - 2021). /ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak tiga sektor industri pengolahan non migas masih mencatatkan kontraksi pada tahun lalu. Ketiganya antara lain tekstil dan pakaian jadi, pengolahan tembakau, dan industri barang logam, komputer, barang elekronik, optik, dan peralatan listrik.

Industri tekstil dan pakaian jadi mencatatkan kontraksi 4,08 persen sepanjang tahun lalu, meski tumbuh 5,94 persen pada kuartal IV/2021.

"Dimana pada triwulan empat ini [industri tekstil dan pakaian jadi] tumbuh 5,94 persen. Ini disebabkan permintaan domestik dan luar negeri juga meningkat," kata Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono, Senin (7/2/2022).

Sementara itu, industri pengolahan tembakau tumbuh -1,32 persen dan industri barang elektronik terkontraksi 1,62 persen sepanjang tahun lalu.

Secara keseluruhan, industri pengolahan tumbuh 3,39 persen pada 2021. Spesifik pada industri pengolahan non migas, pertumbuhannya tercatat 3,67 persen. Angka tersebut berada sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,69 persen sepanjang 2021.

Pertumbuhan tertinggi dicatatkan industri alat angkutan sebesar 17,82 persen, diikuti industri logam dasar 11,50 persen, dan industri mesin dan perlengkapan 11,43 persen.

Adapun, industri kimia, farmasi, obat tradisional tumbuh 9,61 persen, sedangkan industri makanan dan minuman naik 2,54 persen.

Sementara itu, industri manufaktur tetap menjadi kontributor terbesar produk domestik bruto nasional sebesar 18,80 persen pada kuartal IV/2021. Diikuti kemudian oleh sektor perdagangan 12,71 persen, pertanian 11,39 persen, konstruksi 10,48 persen, dan pertambangan 10,43 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi tembakau tekstil industri manufaktur Industri Elektronik
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top