Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Lahan Digital di Metaverse Tembus Rp7,15 Triliun di 2021

Penjualan real estat di empat platform metaverse utama mencapai US$501 juta pada tahun 2021, menurut MetaMetric Solutions. Adapun, penjualan pada Januari 2022 mencapai US$85 juta, kata penyedia data metaverse.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 02 Februari 2022  |  13:49 WIB
Pengunjung berada di dekat instalasi seni imersif berjudul
Pengunjung berada di dekat instalasi seni imersif berjudul "Machine Halusinasi - Space: Metaverse" saat acara Digital Art Fair Asia yang menampilkan seni digital dan NFT di Hong Kong, China, Minggu (3/10/2021) Bloomberg - Lam Yik

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan real estat di metaverse mencapai US$500 juta atau sekitar Rp7,15 triliun tahun lalu dan angka ini diyakini bisa berlipat ganda tahun ini.

Penjualan real estat di empat platform metaverse utama mencapai US$501 juta pada tahun 2021, menurut MetaMetric Solutions. Adapun, penjualan pada Januari 2022 mencapai US$85 juta, kata penyedia data metaverse. Ini mengonfirmasi bahwa kecepatan penjualan dapat mencapai hampir US$1 miliar pada tahun 2022.

Lonjakan penjualan baru-baru ini dipicu oleh pengumuman Facebook pada 28 Oktober 2021 bahwa perusahaan mengubah namanya sebagai Meta untuk fokus pada metaverse.

Alhasil, penjualan real estat di metaverse melonjak hampir sembilan kali lipat, menjadi US$133 juta, pada bulan November, menurut MetaMetric. Pertumbuhan penjualan telah memudar sejak saat itu, namun total penjualan Januari masih akan lebih dari 10 kali lipat dari level Januari 2021.

Sebuah laporan dari BrandEssence Market Research menemukan bahwa pasar real estat metaverse diperkirakan akan tumbuh pada tingkat tahunan gabungan sebesar 31 persen per tahun dari 2022 hingga 2028.

“Ada risiko besar, tetapi potensi imbalannya besar,” kata Janine Yorio, CEO Republic Realm, investor real estate metaverse dan firma penasihat.

Republic Realm membayar rekor US$4,3 juta untuk tanah di platform real estat metaverse terbesar, Sandbox. Perusahaan sedang mengembangkan 100 pulau, yang disebut Kepulauan Fantasi, dengan vila mereka sendiri dan pasar perahu dan jet ski yang terkait. Sembilan puluh pulau dijual pada hari pertama seharga US$15.000 masing-masing dan beberapa sekarang terdaftar untuk dijual kembali dengan harga lebih dari US$100.000.

Sejauh ini, penjualan real estat terkonsentrasi pada "Empat Besar" — yakni Sandbox, Decentraland, Cryptovoxels, dan Somnium. Ada total 268.645 parsel di empat platform tersebut, semuanya dengan ukuran yang berbeda-beda.

Sandbox mendominasi pasar dengan 62 persen dari lahan yang tersedia di empat platform dan tiga perempat dari semua penjualan lahan pada tahun 2022, menurut laporan dari Republic Realm. Sebanyak 166.464 parsel Sandbox masing-masing dijual dengan harga yang setara dengan US$12.700 pada bulan Desember. Setiap parsel berukuran 96 meter kali 96 meter (106 meter kali 106 meter).

Kemudian, Decentraland memiliki 90.600 parsel yang berukuran 16 meter kali 16 meter, dan dijual seharga US$14.440 per lahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembebasan lahan metaverse
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top