Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PMI Manufaktur Januari Ekspansif Lampaui Kinerja Asean dan China, Ini Kata Menperin Agus Gumiwang

PMI mencerminkan optimisme kalangan industri terhadap situasi terkini, sehingga mendorong mereka untuk mempersiapkan peningkatan produksi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 02 Februari 2022  |  13:03 WIB
PMI Manufaktur Januari Ekspansif Lampaui Kinerja Asean dan China, Ini Kata Menperin Agus Gumiwang
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di sela-sela kunjungan ke Paviliun Indonesia dalam gelaran World Expo 2020 Dubai, Selasa (2/11/2021). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menggarisbawahi capaian purchasing managers' index (PMI) manufaktur Indonesia yang mempertahankan posisinya di atas negara-negara Asean dan China pada Januari 2022.

PMI Manufaktur Indonesia pada bulan lalu tercatat ekspansif 53,7, naik tipis dari Desember 2021 sebesar 53,5.

"Kabar baik ini merupakan sinyal atau indikator bahwa pelaku industri makin optimistis terhadap kondisi ekonomi saat ini," kata Agus dalam keterangannya, Rabu (2/2/2022).

Adapun, rata-rata PMI manufaktur Asean berada di angka 52,7 dengan capaian sejumlah negara antara lain, Malaysia (52,8), Filipina (50,0), Korea Selatan (51,9), Rusia (51,8), dan China (49,1).

Agus meyakini dengan kebijakan penanganan pandemi yang terkendali meski di tengah ancaman gelombang ketiga Covid-19, iklim usaha dapat dipertahankan pada level yang kondusif. Berbagai kebijakan strategis juga telah dijalankan dalam rangka mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, termasuk insentif stimulus bagi pelaku usaha agar bisa berproduksi dan berdaya saing.

"Peran penting [industri] dapat dilihat dari kinerja makro sektor industri manufaktur di beberapa indikator, misalnya dari realisasi investasi, capaian ekspor, dan penambahan tenaga kerja," ungkapnya.

Dari sisi ekspor, industri manufaktur tetap memberikan kontribusi yang paling besar. Nilai ekspor industri manufaktur sepanjang 2021 sebesar US$177,10 miliar atau menyumbang hingga 76,49 persen dari total pengapalan nasional.

Capaian tersebut melampaui nilai ekspor manufaktur sepanjang 2020 sebesar US$131 miliar dan bahkan lebih tinggi dari capaian ekspor 2019 yang berada di angka US$127,38 miliar. Sementara itu, realisasi investasi di sektor manufaktur pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp325,4 triliun atau naik 19,24 persen dari nilai investasi 2020.

Pada aspek ketenagakerjaan, sektor industri manufaktur menunjukkan pemulihan seiring dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang pada 2021. Jumlah total tenaga kerja di sektor ini kembali meningkat ke angka 18,64 juta orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indeks manufaktur kinerja industri Agus Gumiwang
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top