Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyesuaian Ruang Udara di Natuna, Kabar Baik bagi Penerbangan Nasional?

Tercapainya persetujuan penyesuaian batas FIR antara Indonesia dengan Singapura merupakan langkah maju bagi pengembangan sektor penerbangan nasional Indonesia.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 Januari 2022  |  16:24 WIB
Pemandangan langit di Natuna yang didokumentasikan oleh dalam akun instagram ylchaniago. - istimewa
Pemandangan langit di Natuna yang didokumentasikan oleh dalam akun instagram ylchaniago. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kesepakatan penyesuaian batas wilayah ruang udara (Flight Information Region/FIR) antara Indonesia dengan Singapura dinilai bisa berdampak positif atas pandangan dunia penerbangan internasional terhadap penerbangan Indonesia.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan tercapainya persetujuan penyesuaian batas FIR antara Indonesia dengan Singapura merupakan langkah maju bagi pengembangan sektor penerbangan nasional Indonesia.

Perjanjian ini, sambungnya, merupakan langkah awal dan masih memerlukan ratifikasi di Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Dia pun berharap semua stakeholder penerbangan nasional bersatu memberikan dukungan sehingga ratifikasi perjanjian dapat segera terealisasi.

“Dengan terjadinya perjanjian ini, dapat diartikan bahwa pandangan dunia penerbangan internasional terhadap pengelolaan ruang udara di wilayah Indonesia semakin baik. Hal ini diharapkan dapat mendorong maskapai-maskapai internasional untuk menambah penerbangan ke Indonesia sehingga konektivitas internasional dari Indonesia juga lebih kuat lagi,” ujarnya, Kamis (26/1/2022).

Di sisi lain, Denon juga memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo yang telah berhasil mengajak Singapura untuk melakukan penyesuaian FIR sesuai dengan prinsip negara kepulauan yang diatur dalam aturan Internasional.

Dia juga mengajak semua stakeholder penerbangan nasional untuk menjadikan hasil perjanjian ini sebagai  momentum lebih mengembangkan penerbangan nasional yang selamat, aman, nyaman, dan sehat serta disegani oleh dunia.

Sebelumnya, dalam white paper yang telah dibuat oleh INACA dan Universitas Padjajaran terkait penerbangan nasional selama dan pasca pandemi Covid-19, penerbangan nasional Indonesia akan mulai menggeliat pada tahun ini. Sebaiknya, penerbangan internasional diprediksi mulai rebound pada 2023. 

Denon berharap dampak dari perjanjian ini akan membuat pemulihan penerbangan internasional di Indonesia makin semarak sehingga dapat ikut mempercepat pemulihan perekonomian nasional.

Senada, Komisi I DPR/RI mengharapkan pengalihan wilayah udara di Natuna dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepercayaan dunia terhadap kemampuan Indonesia mengelola kedaulatannya.

Wakil Ketua Komisi I DPR/RI Abdul Kharis Almasyhari mengatakan tidak meragukan kemampuan pemerintah Indonesia dalam mengelola ruang udara di kepulauan Natuna.  Dia juga menilai pengelolaan ruang udara perlu ditingkatkan lagi agar mendapat kepercayaan dari masyarakat internasional.

“Ini akan membawa posisi Indonesia semakin dipercaya di kancah internasional. Pengelolaan FIR ini akan memperkuat wilayah kedaulatan supaya bisa dijaga dengan baik dan tidak ada pelanggaran batas wilayah udara,” ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura natuna Ruang Udara Penerbangan
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top