Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Belanja Dua Kementerian Ini Melonjak Signifikan pada 2021

Dari seluruh K/L, tercatat belanja dari dua kementerian mengalami lonjakan yang signifikan, yaitu Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 25 Januari 2022  |  11:57 WIB
Belanja Dua Kementerian Ini Melonjak Signifikan pada 2021
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat total belanja negara pada 2021 mencapai Rp2.786,8 triliun atau tumbuh 7,4 persen dibandingkan dengan tahun 2020.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyampaikan bahwa capaian tersebut lebih tinggi dari rencana awal sebesar Rp2.750 triliun.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada belanja kementerian dan lembaga (K/L), yang tercatat meningkat sebesar 12,2 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Ini tidak mengherankan karena sebagian K/L memang harus mengelola anggaran yang lebih besar untuk menangani Covid-19 ataupun pemulihan ekonomi nasional,” katanya dalam RDP bersama dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (25/1/2022).

Isa menyampaikan, dari seluruh K/L, tercatat belanja dari dua kementerian mengalami lonjakan yang signifikan, yaitu Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Belanja Kementerian Kesehatan tercatat sebesar Rp204,9 triliun pada 2021, meningkat dari Rp102,2 triliun pada 2020.

Sementara itu, belanja Kementerian PUPR pada 2021 tercatat sebesar Rp155,9 triliun, naik dari Rp100,8 triliun pada 2020.

Isa menjelaskan, peningkatan belanja pada Kementerian Kesehatan dapat dipahami karena berkaitan dengan belanja vaksin dan penanganan klaim pasien Covid-19.

Kemenkeu mencatat, belanja yang naik signifikan pada Kementerian PUPR pun karena turut membantu dalam penanganan Covid-19, terutama pada Juli dan Agustus 2021, saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 varian Delta.

“Kementerian PUPR menggunakan anggarannya untuk melakukan perbaikan rumah susun yang mereka miliki untuk diubah menjadi tempat isolasi/karantina, karenanya memerlukan perubahan spesifikasi dan standard, yang kemudian membutuhkan belanja yang tidak sedikit,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn kementerian keuangan anggaran kementerian
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top