Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kementerian Lembaga Wajib Umumkan Laporan Keuangan di Media

Kewajiban ini harus dijalankan sebagai wujud transparansi pengelolaan anggaran kepada masyarakat pasca audit yang dilakukan BPK.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  10:51 WIB
Kementerian Lembaga Wajib Umumkan Laporan Keuangan di Media
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna melaporkan terdakwa Benny Tjokrosaputro ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik institusi dan pribadi, Senin (29/6/2020). JIBI - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mulai tahun ini, kementerian dan lembaga yang memperoleh opini wajar tanpa pengecualian atau WTP wajib mengumumkannya ke media massa.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan kewajiban ini harus dijalankan sebagai wujud transparansi pengelolaan anggaran kepada masyarakat pasca audit yang dilakukan BPK.

"Tahun ini wajib bagi yang WTP, sementara tahun depan semua opini harus menyampaikannya ke media," kata Agung dalam Workshop Media terkait Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), Selasa (21/7/2020).

Agung menambahkan pemaparan laporan keuangan dilakukan satu halaman penuh. Untuk kementerian dan lembaga pusat kewajiban itu disampaikan melalui media massa nasional. Sementara untuk daerah, wajib menyampaikannya ke pemerintah daerah.

Adapun, konsep penyampaiannya disesuaikan dengan laporan keuangan swasta atau prospektus perusahaan yang sudah go public.

"Rakyat perlu tahu, bagaimana laporan keuangan setelah diaudit," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpk wtp
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top