Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Harga Grosir Desember 2021 Alami Inflasi 0,73 Persen. Ini Pemicunya!

Menurut BPS, kenaikan harga tertinggi pada periode tersebut terjadi pada sektor pertanian.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 03 Januari 2022  |  14:48 WIB
Indeks Harga Grosir Desember 2021 Alami Inflasi 0,73 Persen. Ini Pemicunya!
Pedagang cabai rawit. - Bloomberg/Dimas Ardian
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) mengalami inflasi sebesar 0,73 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono menyampaikan kenaikan harga tertinggi pada periode tersebut terjadi pada sektor pertanian.

“[Inflasi sektor pertanian] naik 1,68 persen, penyebab utamanya karena kenaikan harga cabai rawit dan kelapa sawit,” katanya dalam konferensi pers, Senin (3/1/2022).

Di samping itu, Margo mengatakan sektor industri juga mencatatkan kenaikan inflasi yang tinggi, yaitu sebesar 0,52 persen mtm.

Kenaikan tersebut didorong oleh kenaikan harga pada komoditas minyak goreng, semen, mi kering instan, dan daging ayam ras.

Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian mencatatkan inflasi yang lebih rendah, sebesar 0,25 persen mtm.

Penyebab utama inflasi pada sektor tersebut dikarenakan adanya kenaikan harga pada komoditas garam.

Lebih lanjut, Margo menyampaikan IHPB sektor konstruksi juga mengalami peningkatan sebesar 0,57 persen pada Desember 2021.

“komoditas pendorongnya di antaranya kenaikan harga pada komoditas semen, besi beton, pasir, rangka atap baja, dan pipa PVC,” jelas Margo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi pertanian grosir
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top