Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kalbe Farma Usul Harga Vaksin Booster, Segini Perkiraannya

Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) mengusukan HET vaksinasi booster mengikuti rentang harga vaksin gotong royong yang berlaku saat ini.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 02 Januari 2022  |  15:13 WIB
Tenaga kesehatan tengah menyiapkan dosis vaksin Covid-19 dalam program vaksinasi yang diselenggarakan di Bandung. - Istimewa
Tenaga kesehatan tengah menyiapkan dosis vaksin Covid-19 dalam program vaksinasi yang diselenggarakan di Bandung. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA —Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menegaskan komitmennya untuk ikut berpartisipasi dalam program vaksinasi booster pada tahun ini. Harga eceran tertinggi atau HET diusulkan berada di rentang tarif yang telah ditetapkan pada program vaksin gotong royong.

Direktur Keuangan Kalbe Farma Bernadus Karmin mengusulkan HET terkait dengan vaksinasi booster itu mengikuti rentang harga vaksin gotong royong yang berlaku saat ini.

“Ini menurut saya menjadi bagian dari yang akan diatur oleh pemerintah. Mungkin akan tetap di rentang harga dari vaksin-vaksin yang sudah dipakai sekarang ini,” kata Bernadus melalui pesan WhatsApps, Minggu (2/1/2022).

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong, harga pembelian vaksin untuk satu dosis mencapai Rp321.660 yang dibeli oleh badan hukum atau badan usaha dengan keuntungan 20 persen tanpa PPN.

Selanjutnya, tarif maksimal pelayanan vaksinasi untuk satu dosis sebesar Rp119.910 yang digunakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta dengan keuntungan 15 persen tanpa PPh.

“Kalbe Farma akan berpartisipasi, yang sedang berjalan sekarang adalah menyelesaikan uji klinis Vaksin kalbe-Genexine sebagai vaksin booster,” kata dia.

Perseroan memperkirakan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 hasil kerja sama dengan Genexine-19N (GX-19N) bakal keluar pada semester kedua 2022.

Adapun Kalbe Farma telah mengajukan permohonan protokol uji klinik untuk vaksin booster kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhir 2021. Harapannya, permohonan protokol uji klinik untuk vaksin booster itu dapat disetujui pada awal tahun 2022.

Rencanannya, Kalbe Farma bakal mengadakan impor vaksin GX-19N pada semester kedua tahun depan. Langkah itu diambil untuk mempercepat pengadaan vaksin booster dalam negeri seiring rencana pemerintah.

Adapun setelah uji klinis rampung, perseroan sudah mengantongi komitmen impor 10 juta vaksin jadi hasil kerja sama dengan Genexine inc. Selain itu, perseroan pun akan melakukan transfer teknologi dari Genexine sehingga dapat memproduksi vaksin ini sendiri.

“Impor produk jadi sebaiknya sementara, harus disertakan dengan alih teknologi agar vaksinya bisa diproduksi di Indonesia,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program vaksinasi dosis ketiga atau booster akan dimulai pada Januari 2022. Dia mengatakan hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo.

"Terkait dengan kesiapan vaksinasi termasuk booster, ada yang vaksin program [pemerintah] dan mandiri. Program ini sesuai arahan Bapak Presiden sudah bisa dimulai di awal Januari," kata Airlangga saat bertemu dengan awak media secara hibrida di kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Kamis (30/12/2021).

Hingga saat ini, Airlangga menyebut pemberian vaksin booster bagi masyarakat masih menunggu rekomendasi dari Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Airlangga mengatakan terdapat dua opsi metode pemberian vaksin booster yaitu secara homologous dan heterologous.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalbe farma Vaksin Covid-19 booster vaksin
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top