Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Natal dan Tahun Baru, Harga Minyak Goreng hingga Telur Ayam Melangit

Kementerian Perdagangan melaporkan kenaikan harga terjadi pada minyak goreng, cabai-cabaian, telur ayam ras, dan bawang merah.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 26 Desember 2021  |  13:05 WIB
Peternak mengumpulkan telur ayam di Denggungan, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (26/12/2018). - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Peternak mengumpulkan telur ayam di Denggungan, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (26/12/2018). - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah komoditas pangan memperlihatkan kenaikan harga yang cukup signifikan pada pengujung tahun. Naiknya permintaan dan pasokan yang berkurang di beberapa komoditas menjadi pemicu kondisi ini.

Kementerian Perdagangan melaporkan kenaikan harga terjadi pada minyak goreng, cabai-cabaian, telur ayam ras, dan bawang merah.

Kenaikan harga di minyak goreng terjadi pada semua jenis yang meliputi kenaikan bulanan sebesar 3,49 persen pada minyak goreng curah menjadi Rp17.800 per liter dan minyak goreng kemasan sederhana naik 4,55 persen secara bulanan menjadi Rp18.400 per liter. Minyak goreng kemasan premium juga naik 5,26 persen dibandingkan dengan bulan lalu menjadi Rp20.000 per liter.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan menyebutkan kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai bahan baku utama minyak goreng masih berlanjut.

“Pada minggu keempat Desember, harga CPO dunia di Dumai mencapai Rp12.041 per liter atau 42,28 persen lebih tinggi daripada harga pada Desember 2020,” kata Oke, Minggu (26/12/2021).

Oke memastikan stok minyak goreng dalam kondisi memadai meski harga masih tinggi. Data stok indikatif menunjukkan bahwa stok minyak goreng berjumlah 628.480 ton. Dengan kebutuhan 422.000 ton per bulan, stok yang tersedia saat ini bisa memenuhi kebutuhan selama 1,49 bulan.

Kelompok cabai-cabaian menjadi komoditas pangan lainnya yang mengalami kenaikan. Kenaikan harga tertinggi terlihat pada cabai rawit merah yang menyentuh rata-rata Rp94.800 per kg, lebih mahal 118,94 persen daripada bulan lalu. Adapun cabai merah keriting naik 26,04 persen secara bulanan menjadi Rp51.300 per kg dan cabai merah besar naik 23,50 persen menjadi Rp49.400 per kg.

“Sentra produksi di Jawa Timur telah melalui masa panen raya, sementara ada kenaikan permintaan. Saat ini upaya penyediaan fokus pada distribusi dari wilayah yang masih produksi,” kata Oke.

Harga diperkirakan masih akan tinggi sampai awal 2022. Laporan Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) yang diterima Oke menyebutkan panen raya cabai akan dimulai pada Februari 2022 di wilayah Wajo, Sidrap, Pinrang, Lombok Timur, dan Lampung.

Sementara itu, kenaikan pada bawang merah sebesar 8,43 persen secara bulanan menjadi Rp28.300 per kg dinilai Oke masih dalam tahap wajar. Harga rata-rata bawang merah masih berada di bawah acuan Rp32.000 per kg.

“Kenaikan harga bawang merah merupakan penyesuaian menuju harga normal setelah sebelumnya sempat jatuh karena pasokan yang besar selama panen raya,” jelasnya.

Terakhir, kenaikan telur ayam ras sebesar 11,72 persen secara bulanan menjadi Rp28.600 per kg disebut Oke imbas dari masih tingginya harga jagung yang merupakan sumber pakan utama ayam layer.

Di sisi lain, mobilitas yang lebih longgar selama momentum Natal dan Tahun Baru 2022 turut mengerek permintaan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telur harga cabai minyak goreng harga bahan pokok
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top