Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bandara Yogyakarta Hingga Ahmad Yani Semarang, Ini Deretan Proyek AP I yang Buat Tekor Rp19 T

Sejumlah bandara baru yang selesai ataupun perluasan menimbulkan tumpuka utang bagi Angkasa Pura I, namun tidak diikuti kenaikan penumpang karena berkurangnya jumlah perjalanan akibat Covid-19.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  01:31 WIB
Bandara Ahmad Yani Semarang.  - Bisnis.com
Bandara Ahmad Yani Semarang. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pembangunan dan pengembangan bandara baru telah menggerus finansial PT Angkasa Pura I (persero) atau AP I hingga lebih dari Rp19,2 triliun. Pasalnya perluasan proyek bandara karena tidak diiringi dengan peningkatan jumlah penumpang yang diharapkan.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi menjelaskan kondisi keuangan dan operasional perusahaan mengalami tekanan cukup besar. Pendapatan AP I pada 2019 yang mencapai Rp8,6 triliun anjlok pada 2020, di mana perusahaan hanya meraih pendapatan Rp3,9 triliun. Sedanglan pada 2021 ini, pendapatan perseroan juga akan mengalami penurunan akibat turunnya jumlah penumpang.

Dengan situasi pergerakan yang menurun dan adanya tekanan keuangan, AP I harus dihadapkan dengan kewajiban membayar pinjaman sebelumnya yang digunakan untuk investasi pengembangan bandara.

“Pandemi Covid-19 melanda pada saat Angkasa Pura I tengah dan telah melakukan pengembangan berbagai bandaranya yang berada dalam kondisi kekurangan kapasitas. Seperti Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo (YIA) yang menghabiskan biaya pembangunan hampir Rp12 triliun, Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang menghabiskan biaya pembangunan sebesar Rp2,3 triliun,” ujarnya, Minggu (3/12/2021).

Selanjutnya, investasi yang digelontorkan adalah terminal Baru Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebesar Rp2,03 triliun, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebesar Rp2,6 triliun, dan beberapa pengembangan bandara lainnya seperti Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Lombok Praya, Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Pattimura Ambon, Bandara El Tari Kupang.

Semua bandara tersebut dibiayai melalui skema penggunaan dana internal dan berbagai sumber lain seperti kredit sindikasi perbankan serta obligasi. Hal ini juga dimaksudkan untuk menjaga konektivitas udara tanah air tetap terbuka serta mempercantik gerbang udara daerah lebih menarik.

Kendati demikian, dengan adanya pembangunan bandara AP I, secara konsolidasi menambah aset perusahaan. Pada 2021 ini nilai aset AP I akan mencapai Rp44 triliun dari semula Rp24 triliun pada 2017, saat proyek-proyek pengembangan bandara mulai dilaksanakan.

“Tentunya dengan selesainya pelaksanaan pembangunan dan perluasan terminal bandara, maka seluruh bandara Angkasa Pura I menjadi lebih cantik, lebih nyaman, dan dapat secara fleksibel menerapkan protokol kesehatan dengan lebih baik lagi," imbuhnya.

Pandemi Covid-19 yang mulai terjadi di Indonesia sejak Maret 2020 berdampak terhadap penurunan drastis pergerakan penumpang di 15 bandara AP I. Sebagai gambaran, pada 2019, pergerakan penumpang di bandara Angkasa Pura I mencapai 81,5 juta penumpang. Namun ketika pandemi Covid-19 melanda pada awal 2020, pergerakan penumpang turun menjadi 32,7 juta penumpang dan pada 2021 ini diprediksi hanya mencapai 25 juta penumpang.

Meski demikian, hingga akhir tahun ini, masih ada sejumlah hal yang menggembirakan dan membuat optimisme AP I terjaga yakni adanya pkenaikan pergerakan penumpang hingga mencapai 129.000 pada 28 November 2021 lalu dari rata-rata pergerakan sebelumnya yang hanya hanya sekitar 55.000 - 60.000 per hari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara yogyakarta bandara ahmad yani semarang
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top