Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menkeu Ungkap Realisasi PEN Melonjak ke 82,8 Persen di Akhir November

Capaian realisasi tersebut melonjak cukup tinggi penyerapan pada pertengahan November lalu yaitu sebesar Rp495,77 triliun, atau 66,6 persen dari pagu yang dianggarkan.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 30 November 2021  |  16:44 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (5/10/2021) -  Biro KLI / Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (5/10/2021) - Biro KLI / Kemenkeu

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 hingga saat ini telah mencapai 82,8 persen dari pagu Rp744,77 triliun.

"Penyerapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional telah mencapai 82,8 persen dari pagu yang dialokasikan, dengan nilai setara dengan Rp575,85 triliun telah digunakan," jelasnya pada acara The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021, Selasa (30/11/2021).

Capaian realisasi tersebut melonjak cukup tinggi penyerapan pada pertengahan November lalu yaitu sebesar Rp495,77 triliun, atau 66,6 persen dari pagu yang dianggarkan.

Adapun, anggaran tersebut terdiri dari lima kluster yaitu kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, dukungan UMKM dan korporasi, serta insentif usaha.

Sri Mulyani mengatakan akan terus mengoptimalisasi penggunaan anggaran PEN dan merealisasikan anggaran pemerintah dalam kurun waktu satu bulan terakhir 2021 ini. Hal tersebut diharapkannya bisa mendorong pemulihan ekonomi di kuartal IV/2021.

Menkeu memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 akan berkisar 3,5 persen sampai dengan 4,0 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Proyeksi pertumbuhan tersebut erat kaitannya dengan kinerja ekonomi yang melambat akibat kenaikan kasus Covid-19, terutama pada kuartal pertama dan kuartal ketiga 2021.

Pada tahun depan, APBN ditegaskan akan tetap terus suportif dalam menghadapi ketidakpastian terkait dengan pandemi Covid-19. Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah akan mempercepat vaksinasi Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top