Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Pentingnya Manajemen Aset untuk Operasional Pembangkit Listrik

Di tengah kelangkaan energi dunia, perangkat manajemen memberi efek penting dalam keberlangsung pembangkit.  
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 23 November 2021  |  16:06 WIB
Ini Pentingnya Manajemen Aset untuk Operasional Pembangkit Listrik
Foto udara Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) melalui "Compressed Natural Gas" (CNG) Jakabaring di Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (16/4/2021). - Antara\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Rektor Institute Teknologi PLN Iwa Garniwa Mulyana menilai penting bagi perusahaan pembangkit listrik menerapkan manajemen aset pada perusahaan. Langkah ini untuk memastikan optimalisasi hingga efisiensi energi berjalan maksimal. 

Dia menilai penerapan manajemen asset perusahaan atau enterprise asset management memiliki pengaruh besar untuk mengoptimalkan kualitas dan pemanfaatan aset yang dimiliki. Termasuk memprediksi potensi kerusakan pada satu sistem. 

Di tengah kelangkaan energi dunia, perangkat manajemen memberi efek penting dalam keberlangsung pembangkit.  

“Early warning system ini penting. Jangan sampai saat [misalnya] terjadi blackout baru diberikan informasi. Early warning atau manajemen aset penting untuk dilakukan pemeliharaan atau pemeriksaan lanjutan,” katanya saat webinar penghematan energi melalui enterprise asset manajement, Selasa (23/11/2021). 

Lebih lanjut, keberadaan EAM dinilai membantu optimalisasi kualitas dan pemanfaatan aset sepanjang masa operasi serta meningkatkan produktivitas waktu dan mengurangi biaya operasional. 

Sistem manajemen itu akan melibatkan manajemen kerja, pemeliharaan aset, perencanaan dan penjadwalan, manajemen rantai pasok serta inisiatif pada lingkungan, kesehatan dan keamanan. Pada era saat ini, keberadaan Internet of Things (IoT) turut memberi kontribusi pada deteksi tersebut. 

“Tidak sedikit perusahaan yang bahkan memiliki jutaan aset sehingga diperlukan manajemen aset untuk menjaga itu semua. EAM dapat membantu perusahaan melacak menilai dan mengoptimalkan kualitas dan keunggulan aset,” terangnya.

Dalam prakteknya, prinsip operasi sistem tenaga listrik mencakup tiga hal. Pertama kepastian penyalurkan energi listrik, kualitas daya serta tetap ekonomis. Hal ini yang menjadi tantangan dalam sistem pembangkit listrik di Indonesia. 

Sementara itu, Country Manager Partner Ecosystem IBM Indonesia Novan Adian memperkenalkan perangkat maximo application suite untuk membantu optimalisasi aset serta menekan biaya dalam jangka panjang. 

Perangkat ini kata dia dapat memberi ragam pengalaman mulai dari kemudahan manajemen aset, memonitor dan mendeteksi anomali, deteksi kesehatan aset, penjadwalan, eksekusi teknikal kerja secara mobile hingga manajemen keamanan.  

“Juga me-manage kapan aset kita harus maintenance, karena tergantung kondisi pemakaian, cuaca hingga environment,” katanya. 

Di sisi lain, pada sektor energi, keberadaan maximo dinilai memberi kemudahan dan lebih tahan lama. Contoh paling sederhana adalah menjaga pembangkit tetap dapat beroperasi sesuai dengan usia  masa operasinya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manajemen pembangkit listrik Krisis Energi
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top