Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen PLTS Ini Optimistis Penjualan Produknya Kian Meningkat di Tengah Pandemi

PT Simed Prakarsa Indonesia, salah satu produsen pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Tanah Air optimistis penjualan produk pembangkit listrik ramah lingkungan itu bakal kian moncer di masa mendatang. 
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 18 November 2021  |  18:02 WIB
Ilustrasi PLTS atap. - Istimewa
Ilustrasi PLTS atap. - Istimewa

Bisnis.com,JAKARTA- PT Simed Prakarsa Indonesia, salah satu produsen pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Tanah Air optimistis penjualan produk pembangkit listrik ramah lingkungan itu bakal kian moncer di masa mendatang. 

Direktur PT Simed Prakarsa Indonesia, Dewi Rulan mengatakan bahwa 2 tahun belakangan ini saat pandemi merebak disertai dukungan pemerintah, masyarakat mulai menggunakan panel listrik tenaga surya untuk menghemat biaya listrik bulanan.

"Karema itu kami optimistis ke depan penjualan PLTS kian meningkat," tuturnya, Kamis (18/11/2021).

Optimisme Simed Prakarsa Indonesia bukan tanpa alasan, situasi pandemi mengharuskan banyak orang melakukan pekerjaan dari rumah serta meningkatnya penggunaan listrik di beberapa segmen bangunan komersial seperti rumah sakit.

Hal ini dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan penjualan PLTS yang sangat membantu konsumen Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengurangi tagihan listriknya.

Seperti diketahui, prinsip penghematan dari PLTS adalah mengurangi penggunaan listrik dari PLN pada siang hari. PLTS menghasilkan kelebihan listrik di siang hari maka kelebihan tersebut akan diekspor ke jaringan PLN dan digunakan untuk mengurangi tagihan listrik di bulan berikutnya.

Simed Prakarsa Indonesia mencatat lebih dari 350.000 watt atau 350 kW PLTS terjual di tahun 2021. Dengan meluncurkan produk terbaru yaitu Modul Surya Half-Cell Monocrystalline 410 WP yang memiliki efisiensi hingga 20,3 persen dan desain yang lebih estetik, diharapkan penjualan PLTS akan naik di 2022.

Dewi Rulan menambahkan, sumber energi utama yang digunakan saat ini terutama listrik, berasal dari bahan bakar fosil yang makin langka. Jika barang makin langka, lanjutnya, otomatis harga listrik juga naik.

“Kita semua tahu ya sumber energi utama yang kita gunakan saat ini terutama listrik sumbernya adalah bahan bakar fosil yang makin langka. Jika barang makin langka otomatis harga listrik juga naik. Kalau dibilang jualan ya kurang cocok ya mungkin lebih tepatnya investasi dan investasi solar panel adalah investasi terbaik saat ini karena sumber energinya terbarukan dan tidak bisa habis," kata dia

Menurutnya, secara jangka panjang, bukan hanya balik modal tapi juga untung karena solar panel bisa bekerja hingga 25 tahun atau lebih. "Sementara BEP dari investasi solar panel sekitar 7-8 tahun," jelas Dewi.

PLTS, tuturnya, bukan hanya menyasar segmen residensial seperti rumah sakit tetapi juga segmen bangunan komersial seperti sekolah dan rumah sakit.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik plts
Editor : Puput Ady Sukarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top