Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap-siap, PPKM Level 3 Bakal Bikin Produksi Tempe-Tahu Turun

Pada Agustus lalu, produsen tahu dan tempe memproyeksikan produksi bisa menembus 3 juta ton atau tumbuh dibandingkan dengan tahun lalu. Akan tetapi dengan adanya rencana PPKM Level 3 pada akhir tahun, produksi diperkirakan akan terkoreksi negatif.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 23 November 2021  |  14:14 WIB
Perajin memproduksi tahu di salah satu pabrik tahu tradisional di Banda Aceh, Aceh, Kamis (1/10/2020).  - Antara Foto
Perajin memproduksi tahu di salah satu pabrik tahu tradisional di Banda Aceh, Aceh, Kamis (1/10/2020). - Antara Foto

Bisnis.com, JAKARTA — Industri makanan dan minuman belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi. Gabungan Koperasi Produsen Tempe-Tahu Indonesia (Gakoptindo) menurunkan proyeksi volume produksinya sepanjang tahun ini, usai pemerintah menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 untuk seluruh Indonesia pada momentum Natal dan Tahun Baru mendatang.  

Ketua Umum Gakoptindo Aip Syarifudin mengatakan produksi tempe dan tahu dihitung dari konsumsi bahan baku kedelai, sampai akhir tahun ini akan mencapai 2,5 juta ton dari tahun lalu sebesar 2,8 hingga 2,9 juta ton. Sebelumnya pada Agustus lalu, Aip memproyeksikan produksi bisa menembus 3 juta ton.

"Target penjualan tempe dan tahu di seluruh Indonesia, selama pandemi menurun 20-30 persen. [Produksi] Paling tinggi itu 2,5 juta ton, turun kira-kira 20 persen," kata Aip saat dihubungi Bisnis, Selasa (23/11/2021).

Turunnya produksi tempe dan tahu sepanjang tahun ini tak lepas dari pembatasan ketat yang berlangsung pada tengah tahun ini, yang berdampak pada tertekannya konsumsi.  

Sementara itu, bahkan dengan proyeksi pada Agustus sebesar 3 juta ton, produksi sepanjang tahun ini belum akan menyamai angka sebelum pandemi yang berada di kisaran 3,2 juta hingga 3,3 juta ton.

Adapun mengenai pasokan kedelai,lebih dari 80 persen bersumber dari impor, sisanya dipasok dari petani dalam negeri. Meski masih terjadi pembatasan di sejumlah negara, Aip mengatakan belum ada kendala pasokan kedelai bahkan sampai awal tahun depan.

Meski produksi tahun ini menurun, Aip mengakui bahwa semakin lama masyarakat semakin sadar bahwa tempe dan tahu merupakan makanan sehat, sumber protein utama, dengan harga terjangkau.

"Malah di Amerika [tempe dan tahu] disebut super food, yaitu makanan yg berasal dari tumbuh-tumbuhan yang bergizi tinggi," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, pemerintah menetapkan PPKM level 3 untuk seluruh Indonesia mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Hal itu dimaksudkan untuk membendung gelombang baru Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, bagi sejumlah industri terutama makanan dan minuman, momentum tersebut justru selalu dinantikan untuk mendongkrak kinerja dan pencapaian target sepanjang tahun. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kedelai industri makanan dan minuman Natal dan Tahun Baru
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top