Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peningkatan Produksi Migas Rendah Karbon Terus Didorong

Peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) di tengah tuntutan isu lingkungan sektor hulu harus bisa beradaptasi dengan sistem operasi yang rendah karbon. Sejumlah inisiatif telah diterapkan agar industri itu tetap bisa berkembang.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 10 November 2021  |  17:20 WIB
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam sebuah konferensi pers, 2020. - Istimewa/ SKK Migas
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam sebuah konferensi pers, 2020. - Istimewa/ SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA – Peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) di tengah tuntutan isu lingkungan sektor hulu harus bisa beradaptasi dengan sistem operasi yang rendah karbon. Sejumlah inisiatif telah diterapkan agar industri itu tetap bisa berkembang.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi adanya tuntutan terkait dengan hal tersebut dalam penyusunan rencana strategis peningkatan produksi nasional.

Dwi menilai, isu lingkungan di sektor hulu migas erat kaitannya dengan peluang investasi yang lebih besar. Pada saat ini, kegiatan operasional yang lebih ramah lingkungan menjadi prioritas utama untuk mendapatkan investasi tersebut.

“Kami upayakan di KKKS untuk menurunkan intensitas energinya. Jadi yang biasanya menggunakan produksi gas, itu ada yang menggunakan sendiri dalam proses produksi maupun selebihnya produksi dan lifting, itu kemudian fuel switching,” katanya dalam webinar Masa Depan Industri Hulu Migas Indonesia, Rabu (10/11/2021).

SKK Migas, lanjut Dwi, telah menyiapkan inisiatif rendah karbon yang siap diterapkan di sektor hulu migas.

Inisiatif itu perlu didukung dengan adanya kebijakan dan regulasi seperti yang telah disiapkan, yakni Permen ESDM Nomor 17/2021, Kepmenkeu Nomor 1/2021, Permen ESDM Nomor 14/2012, PTK 005 SKK Migas, dan penyusunan Permen ESDM tentang CCS dan CCUS.

Dwi menambahkan, inisiatif lain yang bisa diterapkan untuk operasional rendah karbon, yakni dengan pengelolaan energi melalui peralihan penggunaan bahan bakar, perencanaan proyek yang menerapkan konservasi energi, dan kebijakan perusahaan dalam pemanfaatan energi.

Terobosan lain untuk membuat sektor hulu migas lebih hijau adalah dengan penerapan zero routine flaring melalui monetisasi associated gas, termasuk konversi LPG, pemanfaatan associated gas untuk bahan bakar operasi dan pressure maintenance, serta monetisisasi kapasitas lebih power generation.

Kontraktor migas juga dituntut untuk mengurangi kebocoran emisi, dan melakukan penghijauan melalui program restorasi, serta penerapan carbon capture storage (CCS) dan carbon capture utilisation and storage (CCUS).

“Persis seperti yang kami antisipasi dalam menyusun rencana strategis, terkait produksi yang ingin dikejar, karena kebutuhan energi nasional seperti itu. Untuk itu, kami tidak hanya bicara produksi kita harus masuk ke masalah alam,” jelasnya.

Direktur Utama Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro mengatakan, sebagai perusahaan migas, pihaknya telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk tetap bisa beroperasi sesuai dengan rencana penanganan perubahan iklim dunia.

Hilmi mengatakan bahwa emiten berkode saham MEDC tersebut telah mencanangkan target emisi nol pada emisi gas rumah kaca langsung (scope 1) dan gas rumah kaca dari konsumsi tidak langsung (scope 2) pada 2050.

Sementara itu, untuk emisi gas rumah kaca tidak langsung lainnya (scope 3) akan mencapai emisi nol pada 2060.

“Industri migas ini operasi yang bersih itu dijunjung tinggi. Sebetulnya sejak 2018 kami sudah menurunkan dari 248 ton CO2 ekuivalen ke 218 [2020]. Hampir semua mesin-mesin kompresor kami gunakan teknologi paling efisien, sehingga dari waktu ke waktu kami bisa menurunkan emisi,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas hulu migas emisi karbon produksi migas
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top