Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ruang Pelonggaran Bank Sentral China Terbatas, Ini Sebabnya

Perekonomian China melambat pada saat kelangkaan listrik menerpa dan kemorosotan penjualan yang terjadi di sektor properti.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 02 November 2021  |  15:08 WIB
Kantor pusat People's Bank of China di Beijing -  Bloomber / Qilai Shen
Kantor pusat People's Bank of China di Beijing - Bloomber / Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - China akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan fiskal. Adapun, pelonggaran pada kebijakan moneter tampaknya bukan menjadi pilihan.

"Perekonomian secara keseluruhan masih baik-baik saja dan kami akan melihat pertumbuhan rata-rata pada tahun ini sekitar 8 persen. Jadi, pelonggaran yang agresif [kemungkinannya] cukup terbatas," ujar mantan anggota komite Bank Rakyat China Huang Yiping seperti dikutip Bloomberg pada Selasa (2/11/2021).

Bank Rakyat China (PBOC) harus bertindak jika pertumbuhan terus melambat. Namun, rencana Federal Reserve AS untuk menormalkan kebijakan akan mempersempit ruang untuk bertindak, kata Huang yang saat ini menjadi profesor di Sekolah Pengembangan Nasional Universitas Peking.

"Kebijakan moneter akan tetap fleksibel dan aksi mungkin akan secara struktural. Pekerjaan utama untuk menopang pertumbuhan, saya pikir, bakal berasal dari kebijakan fiskal pada tahun depan," katanya.

Perekonomian China melambat pada saat kelangkaan listrik menerpa dan kemorosotan penjualan yang terjadi di sektor properti.

Biaya komoditas yang melonjak dan penyebaran virus yang semakin tinggi telah menghambat permintaan domestik. Hal itu juga diikuti dengan indeks pembelian manufaktur (PMI) yang menunjukkan sektor manufaktur mengalami kontraksi untuk bulan kedua.

PBOC telah menahan diri memangkas rasio persyaratan cadangan bank sejak adanya penurunan pada bulan Juli. Bank sentral juga telah mempertahankan suku bunga kebijakan stabil sejak awal tahun lalu.

Namun, Kementerian Keuangan baru-baru ini mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat pinjaman pada akhir November setelah hampir satu tahun perlambatan penerbitan obligasi.

Menurut Huang, pertumbuhan di China akan semakin melambat dalam beberapa bulan ke depan. Adapun, target jangka panjang seperti mengurangi utang atau deleverage di sektor properti dan menekan emisi karbon telah berdampak buruk pada ekonomi.

Huang mengatakan dia tidak "terlalu khawatir" tentang pertumbuhan karena otoritas sekarang tengah menyempurnakan kebijakan di sektor-sektor tadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ekonomi china bank sentral china

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top