Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri Bahlil Bilang Soal Strategi Gaet Investasi, Indonesia Bak Juventus

Kementerian Investasi mencatat penurunan investasi pada kuartal III/2021, yang dipicu oleh melambatnya investasi asing selama pandemi.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 27 Oktober 2021  |  11:54 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dalam penandatanganan Nota kesepahaman (MoU) Jakarta, Jumat (27/8 - 2021).\r\n
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dalam penandatanganan Nota kesepahaman (MoU) Jakarta, Jumat (27/8 - 2021).\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi penanaman modal pada kuartal III/2021 turun, 2,8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq).

Hal ini dipicu oleh puncak pandemi yang terjadi pada kuartal III/2021. Bahlil bahkan mengakui bahwa kinerja di kuartal III cukup berat.

Bahkan, Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke Indonesia pada kuartal III/2021 juga mengalami penurunan sebesar 11 persen secara kuartalan dan turun 2,7 persen year-on-year (yoy).

"Saat PPKM banyak tenaga ahli nggak bisa masuk karena prokes Covid, arus barang masuk dari luar negeri juga terhambat karena persoalan pandemi," kata Bahlil dalam konferensi pers, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, BKPM selama kuartal III hanya bekerja efektif selama 1,5 bulan karena adanya PPKM. Namun, BKPM tetap mendorong kegiatan lapangan di tengah pandemi dengan aturan yang ketat.

Dengan demikian, PMDN tetap tumbuh 6,8 persen qtq dan 10,3 persen yoy. "Kita macam Juventus menggaet investasi di Indonesia, bertahan dan menyerang. Saat menyerang enggak bisa, kita hajar dalam negeri. Begitu longgar, kita hajar luar negeri,"


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top