Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Industri Hilir Hutan Tumbuh 28 Persen

Ekspor kertas tercatat yang paling tinggi dengan nilai US$2,8 miliar, diikuti pulp US$2,1 miliar, panel US$2,1 miliar, dan furnitur kayu US$2,1 miliar.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 Oktober 2021  |  15:24 WIB
Ekspor Industri Hilir Hutan Tumbuh 28 Persen
Pulp and paper
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Industri hilir kehutanan tetap prospektif di tengah pandemi dan kendala logistik akibat kelangkaan kontainer dan kapal induk.

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mencatat kinerja ekspor industri hilir kehutanan mampu tumbuh 28 persen pada Januari-September 2021, dengan nilai US$10,5 miliar dari periode sebelumnya sebesar US$8,1 miliar.

Kinerja nilai ekspor tersebut merupakan gabungan dari sembilan produk yakni bangunan prefabrikasi, serpih kayu, furnitur kayu, kerajinan, panel, kertas, pulp, veneer, dan woodworking.

"Saya optimistis akhir tahun bisa tembus US$12 miliar. Berarti kembali ke [capaian] 2018, yang [merupakan kinerja] paling bagus dalam sejarah ekspor produk kehutanan kita," kata Ketua Umum APHI Indroyono Soesilo kepada Bisnis, Jumat (8/10/2021).

Indroyono mengatakan biaya pengapalan yang melonjak karena kelangkaan kontainer tak menyurutkan kinerja ekspor karena permintaan yang juga tinggi. Terlebih ketersediaan kontainer belakangan juga sudah mulai diurai oleh Kementerian Perdagangan dan stakeholder terkait.

Sementara itu, ekspor kertas tercatat yang paling tinggi dengan nilai US$2,8 miliar, diikuti pulp US$2,1 miliar, panel US$2,1 miliar, dan furnitur kayu US$2,1 miliar.

Dia mengatakan pertumbuhan ekspor sejalan dengan peningkatan produksi hutan alam dan hutan tanaman. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, produksi hutan alam mencapai 3,9 juta m3 atau tumbuh 19,7 persen secara year-on-year. Adapun produksi hutan tanaman tercatat sebesar 34,7 juta atau tumbuh 2,3 persen secara yoy.

Indroyono juga mengatakan kebijakan perluasan penampang kayu untuk ekspor yang diterapkan pemerintah berhasil meningkatkan pengapalan veneer sebesar 53 persen dan woodworking hingga 10 persen.

"Selain itu tren dunia sedang berubah, orang tidak kerja kantoran lagi, rumah-rumahnya direnovasi, beli furnitur baru, terus juga study from home," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor hutan furnitur
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top