Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produk HPTL Perlu Dukungan Aturan yang Sesuai Karakteristik Industri

Asosiasi Vaporizer Indonesia menilai perlu adanya regulasi yang tepat sesuai karakteristik industri tersebut. Berdasarkan data Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), sampai dengan akhir tahun lalu, diperkirakan ada 2,2 juta lebih pengguna vape di Indonesia. Adapun jumlah outlet penjual mencapai 5000 toko.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 04 Oktober 2021  |  13:06 WIB
Ilustrasi rokok vape elektronik. - Bisnis/Abdullah Azzam
Ilustrasi rokok vape elektronik. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Vaporizer Indonesia menilai perlu adanya regulasi yang tepat sesuai karakteristik industri tersebut.

Berdasarkan data Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), sampai dengan akhir tahun lalu, diperkirakan ada 2,2 juta lebih pengguna vape di Indonesia. Adapun jumlah outlet penjual mencapai 5000 toko.

Sekretaris Jenderal APVI Garindra Kartasamita mengatakan, saat ini variasi produk HPTL juga cukup banyak, bukan hanya vape, tapi ada juga heated tobacco product (HTP), kantung nikotin, tembakau hirup dan lainnya.

Dia menilai kehadiran variasi produk serta pesatnya pengguna, perlu dibarengi dengan pengaturan yang sesuai bagi industrinya, sebab masing-masing produk memiliki profil risiko yang berbeda-beda.

“Regulasi khusus dibutuhkan agar masing-masing produk HPTL dan konsumsinya dapat diatur sesuai profil risiko dan konsumen yang tepat,” katanya, Senin (4/10/2021).

Sebagaimana diketahui, Badan Standardisasi Nasional (BSN) saat ini tengah menggodok Standar Nasional Indonesia (SNI) HPTL untuk produk berupa nikotin cair atau liquid vape. Sebelumnya BSN juga telah menyelesaikan SNI HPTL untuk produk tembakau yang dipanaskan atau HTP.

Dia mengatakan, keberadaan SNI untuk produk-produk HPTL menandakan adanya kepastian bahwa produk-produk HPTL diproduksi dengan standar mutu tertentu. Adanya SNI juga dapat memberi jaminan bahwa produk tersebut aman untuk konsumsi.

“Bila tidak ada SNI, tentu tidak ada standar mutu. Standar ini dibuat untuk konsumen, untuk menunjukan bahwa produk yang lulus SNI adalah produk yang aman, sebagaimana konsumen ketahui bahwa produk HPTL merupakan produk yang lebih rendah risiko,” jelas dia.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sni Industri Vape
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top