Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PGN Salurkan Gas ke FajarPaper untuk Perawatan Pabrik

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. atau PGN menyalurkan gas perdana (gas in) sebanyak 6,14–9,2 billion british thermal unit per day (BBTUD) ke PT Fajar Surya Wisesa Tbk. untuk keperluan maintenance pabrik produksinya.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 30 September 2021  |  11:49 WIB
PGN Salurkan Gas ke FajarPaper untuk Perawatan Pabrik
Petugas mengawasi pipa gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN). Istimewa - PGN

Bisnis.com, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. atau PGN menyalurkan gas perdana (gas in) sebanyak 6,14–9,2 billion british thermal unit per day (BBTUD) ke PT Fajar Surya Wisesa Tbk. untuk keperluan maintenance pabrik produksinya.

Faris Aziz, Direktur Sales dan Operasi PGN, mengatakan bahwa pihaknya mengoptimasi layanan gas bumi ke PT Fajar Surya Wisesa Tbk. atau FajarPaper dengan menggunakan skema seasonal selling atau penjualan musiman yang menyesuaikan volume gas dengan kebutuhan pelanggan.

Dia menuturkan, optimasi layanan tersebut menjadi salah satu kemampuan PGN sebagai agregator gas nasional dalam memberikan manfaat optimal kepada pelanggan.

Subholding Gas mengoptimalkan seluruh kemampuan dari sisi pasokan maupun infrastruktur, sehingga kebutuhan gas bumi dapat dilayani, baik jangka pendek maupun jangka Panjang dengan tetap memberikan nilai keekonomian yang saling menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Faris melalui keterangan resmi, dikutip Kamis (30/9/2021).

Faris berharap, layanan gas bumi ke FajarPaper dapat semakin mendorong pertumbuhan pasar PGN di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Penyaluran gas ke FajarPaper menggunakan fasilitas meter PT Pertamina EP (PEP) di Stasiun Pertagas Tegal Gede Bekasi dan Pipa Pertagas, dengan mekanisme pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola oleh DJKN Kemenkeu.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar menjelaskan bahwa pasokan gas tersebut digunakan skema pemanfaatan dan pengoperasian alat ukur bersama untuk penyaluran gas dari PEP, PGN, dan Pertagas ke FajarPaper.

“PGN menerapkan integrasi infrastruktur gas yang tepat agar proses gas in berjalan lancar sesuai SOP, serta dapat mendukung kehandalan supply gas ke FajarPaper seperti yang dibutuhkan.”

Dia mengatakan, integrasi infrastruktur tersebut menjadi salah satu bukti efektifitas dari pembentukan Subholding Group Pertamina, khususnya Subholding Gas. “Harapannya juga dapat semakin menopang keandalan infrastruktur untuk layanan gas bumi ke industri di wilayah Bekasi,” ujar Achmad.

FajarPaper sendiri merupakan produsen kertas kemasan terkemuka di Indonesia. Gas bumi merupakan salah satu energi yang dapat memberikan efisiensi dan paling bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya.

Nilai lebih gas bumi tersebut mendukung FajarPaper sebagai perusahaan yang peduli lingkungan. Setiap produk FajarPaper berasal dari kertas daur ulang dan menggunakan mesin produksi berbahan bakar energi ramah lingkungan.

Sebelumnya, PGN area Bekasi juga menyalurkan gas bumi perdana ke PT AlumindoAlloy Abadi. Penambahan pelanggan industri baru juga dilakukan di Kawasan Industri Deltamas, seperti PT Summit Seoyeon Automotive Indonesia dan PT Yili Indonesia Dairy.

Total volume gas dari penambahan industri baru pada Januari–September 2021 di area Bekasi sebesar 6,6 BBTUD.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak atas kepercayaan dan dukungannya untuk PGN dapat melayani kebutuhan gas di sektor industri. Ke depannya PGN akan terus memberikan terobosan produk dan layanan yang semakin baik, sehingga dapat memberikan benefit, baik bagi Subholding Gas maupun kemajuan industri dan masyarakat sekitarnya,” tutup Faris.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri PGN gas bumi
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top