Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musim Gugur Properti Komersial Hanya di Atas Kertas, Menuju Puncak Baru

Konsultan properti global Savills menyatakan musim gugur properti komersial pada 2020 hanya di atas kertas dan perkembangan sepanjang 2021 ini memperlihatkan arah yang tepat menuju sebuah puncak yang baru.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 27 September 2021  |  17:44 WIB
Musim Gugur Properti Komersial Hanya di Atas Kertas, Menuju Puncak Baru
Pembangunan apartemen di China - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai total properti komersial global turun 5 persen pada 2020 dibandingkan dengan 2019, menjadi US$32,6 triliun, pada saat output ekonomi global berkontraksi lebih dari 3 persen.

Namun, menurut penyedian jasa real estat global Savills, musim gugur ini hanya 'di atas kertas', karena pemilik properti komersial bertahan selama gelombang pertama pandemi Covid-19, dan aset terbaik di kelasnya terus diperdagangkan dengan nilai yang berkelanjutan.

“Perkembangan 2021 menunjukkan proses pembalikan dari penurunan 2020 dan mendorong total nilai properti komersial menjadi US$34,3 triliun pada akhir tahun ini, sebuah puncak baru,” ungkap Savills melalui rilis risetnya pada Senin (27/9/2021).

Amerika Serikat adalah pasar properti komersial global terbesar, menyumbang 27 persen dari nilai real estat komersial global, diikuti China mencakup 16 persen dan Jepang pada 6 persen, bersama-sama membuat hanya sedikit di bawah setengah dari semua nilai properti komersial global.

Didukung oleh pertumbuhan ekonomi global yang diperbarui, Savills memprediksi perkiraan properti komersial akan sekali lagi mencapai titik tertinggi baru pada akhir tahun ini dengan pertumbuhan nilai 5% yang diantisipasi pada 2021.

Mengenai hunian, Savills mengungkapkan bahwa China, rumah bagi 1,4 miliar orang, merupakan pasar perumahan paling berharga di dunia dan sekarang menyumbang 30 persen dari total nilai perumahan global.

Total nilai perumahan di negara itu, menurut hasil penelitian Savills, tumbuh sebesar 13 persen sepanjang tahun lalu, didorong oleh kenaikan harga yang kuat ditambah dengan pasokan baru.

Amerika Serikat berada di urutan berikutnya setelah China dengan menyumbang 11% dari nilai perumahan dunia, sementara hanya 10 negara yaitu China, AS, Jepang, Jerman, Inggris, Prancis, Korea Selatan, Kanada, Italia, dan Australia, membentuk sekitar 75 persen dari total perumahan global.

Di tingkat regional, kekayaan perumahan yang signifikan terkonsentrasi di Eropa dan Amerika Utara, menyumbang 43 persen dari nilai gabungan, meskipun hanya 17 persen dari populasi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top