Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Properti Komersial Asia Pasifik Kembali Meningkat

Tren positif kebangkitan properti terjadi di pengujung tahun lalu ketika investasi real estat komersial di Asia Pasifik kembali meningkat meski masih lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama 2019.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 10 Februari 2021  |  13:07 WIB
Warga Hong Kong menikmati malam di tepi laut di distrik Tsim Sha Tsui sambi menyaksikan properti di seberang Pelabuhan Victoria terang benderang,/Bloomberg - Anthony Kwan
Warga Hong Kong menikmati malam di tepi laut di distrik Tsim Sha Tsui sambi menyaksikan properti di seberang Pelabuhan Victoria terang benderang,/Bloomberg - Anthony Kwan

Bisnis.com, JAKARTA – Investasi properti komersial di pasar utama Asia Pasifik kembali meningkat pada kuartal IV tahun lalu, dipimpin oleh kebangkitan kembali Hong Kong, dengan volume transaksi melonjak 168 persen yoy, menurut Real Capital Analytics (RCA).

Dalam laporan Tren Modal Asia Pasifik yang dirilis pada Selasa (9/2/2021) yang dikutip laman real estat Mingtiandi, RCA mengatakan serangkaian kesepakatan besar di seluruh wilayah Asia Pasifik mendukung investasi pada bulan-bulan terakhir 2020 yang masih dihantam pandemi Covid-19.

Sementara volume kesepakatan secara keseluruhan di Asia Pasifik masih turun yoy pada kuartal IV, RCA mencatat bahwa pengujung 2019 sendiri sebenarnya merupakan salah satu kuartal terkuat yang pernah terjadi.

“Setelah awal 2020 yang benar-benar suram dan tidak pasti, pasar telah stabil dan pada kuartal keempat 2020 kami melihat rebound yang disambut baik,” kata David Green-Morgan, Direktur Pelaksana RCA untuk Asia Pasifik. "Ini pertanda baik untuk aktivitas pada awal 2021, karena kami melihat sejumlah kesepakatan di seluruh wilayah bergulir hingga tahun baru."

Penjualan Asia Pasifik untuk seluruh jenis properti penghasil pendapatan utama berjumlah US$141,2 miliar pada 2020, turun 23 persen dari level rekor 2019, kata RCA. Aktivitas penjualan kuartal IV mencapai US$44,7 miliar, hanya 10 persen lebih rendah yoy.

Volume transaksi di Hong Kong untuk seluruh 2020 mencapai US$8,6 miliar, turun 43 persen, dengan lebih dari sepertiga aktivitas penjualan, hampir US$3 miliar, terjadi pada kuartal IV.

Penjualan gedung terbesar di wilayah khusus China itu pada 2020 selesai pada hari-hari terakhir tahun lalu saat konsorsium yang didukung Manulife, Gaw Capital, dan Schroder Pamfleet membeli gedung perkantoran Cityplaza One berlantai 21 di bagian timur Pulau Hong Kong seharga US$1,27 miliar.

Kesepakatan Cityplaza datang setelah ledakan transaksi yang lebih kecil pada awal kuartal IV, termasuk penjualan podium ritel oleh pengembang Sun Hung Kai di kompleks perumahan Downtown 38 di Ma Tau Kok seharga sekitar US$38 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asia pasifik bisnis properti

Sumber : Mingtiandi

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top