Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia, China, India Dorong Real Estat Pusat Data Asia Pasifik

Indonesia, China daratan, dan India berperan penting memacu bisnis properti pusat data di Asia Pasifik. Permintaan pusat data di wilayah ini tumbuh secara eksponensial didukung oleh pasar internet seluler konsumen yang sedang naik pesat.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 03 Februari 2021  |  23:12 WIB
Ilustrasi data center - Flickr
Ilustrasi data center - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar real estat pusat data Asia Pasifik siap memasuki siklus pertumbuhan baru yang akan dipimpin permintaan dari pasar negara berkembang yang lebih besar di kawasan itu, menurut konsultan properti JLL yang dilansir laman situs web properti EdgeProp pada Rabu (3/2/2021).

Aktivitas investor dan operator dari China daratan, India, dan Indonesia tumbuh secara signifikan selama beberapa bulan terakhir.

JLL mengatakan bahwa lonjakan penggunaan internet dan adopsi smartphone, ditambah dengan media sosial, e-gaming, streaming video, dan aplikasi big data, memicu persyaratan untuk kapasitas pusat data tambahan di seluruh wilayah Asia Pasifik.

Konsultan properti itu memperkirakan permintaan pusat data di wilayah ini tumbuh secara eksponensial didukung oleh pasar internet seluler konsumen yang sedang naik pesat.

Pasar untuk hosting, penyimpanan, dan layanan cloud komputasi juga diharapkan bernilai US$$163 miliar pada akhir tahun ini, melonjak 30 persen dalam 4 tahun. Sementara itu, lalu lintas cloud juga diharapkan tumbuh lebih dari 150 persen selama periode yang sama, kata JLL.

“Skala konsumsi data yang meningkat membuat infrastruktur pusat data menjadi peluang global dan regional yang menarik bagi investor dan operator. Ada peluang yang jelas di seluruh sektor pusat data Asia Pasifik, baik di pasar negara berkembang maupun yang sudah mapan,” kata Bob Tan, direktur senior, Alternatives, Capital Markets, JLL.

JLL mengatakan bahwa pasar pusat data di daratan Cina, India, dan Indonesia saat ini kurang terlayani oleh pasokan yang ada, tetapi menghadapi permintaan yang kuat dari operator lokal dan internasional.

Ke depan, kondisi yang mengatur masuknya pasar, seperti ketersediaan jaringan air dan serat (fiber), peran energi terbarukan, dan dinamika pasar akan terus menjadi perhatian utama investor setelah 2021.

Banyak operator yang ingin berekspansi ke pasar baru dan berkembang juga akan memilih untuk bermitra dengan pengembang lokal dalam usaha patungan untuk pengembangan dan operasi, kata JLL.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti data center

Sumber : EdgeProp

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top