Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Ancaman Badai Matahari hingga Lambatnya Kebangkitan Reksa Dana Syariah

Badai matahari dan potensinya menimbulkan kiamat internet menjadi salah satu berita pilihan editor di Bisnisindonesia.id. Selain berita industri tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 14 September 2021  |  10:28 WIB
Bagikan

Bisnis, JAKARTA — Fenomena badai matahari telah memicu kekhawatiran publik beberapa waktu terakhir terkait potensinya sebagai ancaman serius bagi sistem internet.

Badai matahari dan potensinya menimbulkan kiamat internet menjadi salah satu berita pilihan editor di Bisnisindonesia.id. Selain berita industri tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id

Berikut ini highlight Bisnisindonesia.id, Selasa (14/9/2021):

  1. Kebangkitan Reksa Dana Syariah Bakal Lambat

Hengkangnya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dari instrumen reksa dana syariah terproteksi menyebabkan dana kelolaan instrumen reksa dana syariah secara keseluruhan mengalami penurunan tajam.

Dalam jangka pendek hingga menengah, cukup sulit untuk menemukan investor lain yang dapat menggantikan posisi BPKH dalam investasi reksa dana syariah. Oleh karena itu, kinerja dana kelolaan instrumen ini pun sulit diharapkan untuk kembali ke posisi seperti semula dalam waktu dekat.

Meskipun demikian, instrumen reksa dana syariah masih menjadi instrumen yang layak dikoleksi. Instrumen reksa dana syariah berhasis sukuk menjadi salah satu yang direkomendasikan kalangan manajer investasi, sebab tren imbal hasil atau yield sukuk kini cukup tinggi.

  1. Badai Matahari Sebabkan Kiamat Internet, Mitos atau Fakta?

Akhir-akhir ini, publik dihebohkan dengan proyeksi ‘kiamat internet’ di bumi akibat ancaman badai matahari atau solar storm.

Serangan badai matahari dianggap sebagai ancaman laten bagi industri jaringan internet. Fenomena ini ditengarai berdampak korosif bagi infrastruktur telekomunikasi, seperti SKKL, BTS, serta satelit.

Menanggapi isu tersebut, Asosiasi Kabel Laut Seluruh Indonesia (Askalsi) mengungkapkan, pada dasarnya, penggunaan material terbaik menjadi salah satu jalan keluar untuk menghadapi faktor gangguan alam termasuk serangan badai matahari.

  1. Darurat Antidot Candu Impor BBO di Industri Farmasi

Tantangan untuk menurunkan dependensi impor bahan baku obat atau BBO di industri farmasi tidaklah mudah lantaran terjadi ketimpangan antara perkembangan di hulu dan hilir.

Jerat candu impor BBO terbukti telah membuat kinerja industri farmasi keteteran selama pandemi Covid-19. Becermin dari situasi itu, pemerintah menargetkan dependensi impor BBO turun menjadi 50% dalam 5 tahun ke depan dari kondisi saat ini yang sebesar 90%.

Kementerian Perindustrian bakal mendorong industri farmasi yang telah mampu menyuplai hingga 90% kebutuhan obat jadi domestik untuk lebih mandiri menyuplai BBO dari dalam negeri.

  1. Gerak Saham JSMR Diproyeksi Tertahan Meski Trafik Jalan Tol Naik

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mulai mencatatkan kenaikan trafik lalu lintas di jalan tol pada bulan ini. Namun, katalis positif itu tidak cukup mendongkrak laju saham emiten berkode JSMR tersebut.

Trafik jalan tol JSMR pada awal tahun ini turun 15% dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi. Saat pemerintah memberlakukan PPKM Darurat pada awal Juli 2021, trafik jalan tol JSMR kembali berkurang hingga 40% dibandingkan kondisi normal. 

Pendapatan tol JSMR pada periode PPKM Darurat diperkirakan berkurang sekitar 4% dibandingkan dengan kondisi normal.

Meski begitu, keadaan berangsur pulih pada Agustus ketika pemerintah melonggarkan PPKM menjadi ke Level 4. Trafik jalan tol pun membaik dengan penurunan hanya 20-30% dari kondisi normal.

  1. Telaah Proyeksi Surplus Neraca Dagang Agustus 2021

Mulai dari Kementerian Perdagangan, ekonom, hingga pengusaha memproyeksikan surplus neraca perdagang kembali berlanjut pada Agustus 2021.

Optimisme ini terutama ditopang oleh tren kenaikan harga komoditas unggulan ekspor Indonesia di pasar global.

Komoditas ekspor itu antara lain kelapa sawit, batu bara, nikel, dan tembaga.

Negara-negara mitra dagang Indonesia pun terlihat mulai meningkatkan impor mereka terhadap komoditas-komoditas tersebut pada bulan Agustus 2021.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Sumber : BisnisIndonesia.id

Editor : Emanuel B. Caesario
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top