Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani: Integrasi Data dan Efisiensi Birokrasi jadi Tantangan Kemajuan Ekonomi

Skala ekonomi seperti Indonesia terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan, khususnya terkait tata kelola pemerintahan.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 13 September 2021  |  11:31 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam webinar  Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam webinar Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Integrasi data nasional dan efisiensi birokrasi dinilai sebagai tantangan besar dalam memajukan perekonomian, baik dalam skala nasional maupun regional di Asia Tenggara.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Pembukaan Pekan Indonesia National Single Window (INSW) 2021 pada Senin (13/9/2021).

Dia menjelaskan bahwa bagi negara dengan skala ekonomi seperti Indonesia terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan, khususnya terkait tata kelola pemerintahan.

Dia menjelaskan bahwa setiap kementerian dan lembaga akan memberikan pelayanan kepada dunia usaha, tetapi kerap terdapat standar operasional prosedur (SOP) yang rumit. Pembangunan sistem terintegrasi untuk pelayanan kebutuhan usaha yang transparan pun menjadi kunci pengembangan ekonomi.

"Salah satu tantangan besar bagi sebuah perekonomian untuk maju adalah bagaimana dia bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya. Efisiensi suatu perekonomian akan sangat ditentukan oleh kemampuan dari pemerintah di dalam menciptakan pelayanan birokrasi yang mudah, sederhana, dan tepat waktu, yang tentu bisa dikompetisikan dengan negara-negara lain," ujar Sri Mulyani pada Senin (13/9/2021).

Dia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi meningkatkan kebutuhan pelaku usaha akan sistem pelayanan yang terintegrasi secara nasional. Pelaku usaha harus dapat memenuhi berbagai persyaratan dan regulasi dengan mudah dan efisien melalui sistem yang harus dikembangkan pemerintah tersebut.

Sri Mulyani menilai bahwa INSW merupakan inisiatif yang dapat mendorong integrasi data dan pengembangan sistem layanan yang terintegrasi.

Negara-negara di Asia Tenggara menyepakati pembentukan Asean Economic Community dengan mengimplementasikan National Single Window di setiap negara, yang nantinya dapat membentuk integrasi perdagangan regional.

"INSW diharapkan menjawab tantangan untuk terintegrasinya data-data nasional, dan dengan demikian akan memungkinkan pemerintah membuat keputusan berdasarkan data yang faktual dan tepat waktu, dan menghasilkan kebijakan yang berkualitas, konsisten, dan dapat dipercaya masyarakat," ujar Sri Mulyani.

Menurutnya, pengembangan integrasi data dan sistem yang menunjang efisiensi birokrasi dapat mendukung cita-cita pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Selain itu, langkah tersebut dapat mendorong investasi dan ekspor, sehingga dapat memicu perbaikan tata kelola ekspor, impor, logistik, dan perdagangan internasional.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani birokrasi data INSW
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top