Bisnis.com, JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. akan menggunakan dana proyek lintas rel terpadu (LRT) Jabodetabek yang diterima dari pemerintah untuk menyelesaikan proyek yang sama.
Seperti diketahui, belum lama ini Adhi Karya telah menerima pembayaran proyek LRT Jabodebek senilai Rp520,5 miliar untuk proses pekerjaan Juli–September 2020. Secara total, perseroan telah menerima Rp13,8 triliun untuk pembayaran proyek LRT.
“[Dana dari pembayaran LRT belum lama ini] kami akan gunakan untuk modal kerja di [proyek] LRT, karena LRT masih dalam tahap penyelesaian,” kata Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi kepada Bisnis, Jumat (3/9/2021).
Nilai investasi proyek LRT Jabodebek sendiri tercatat mencapai Rp23,3 triliun. Dengan kata lain, anggaran yang telah Adhi Karya terima sejauh ini mencapai 59,22 persen.
Proyek LRT sepanjang 44 kilometer tersebut dirancang memiliki lintasan pelayanan yang dibagi menjadi tiga dan memiliki satu depo di Bekasi TImur. Adapun, seluruh konstruksi LRT Jabodebek dijadwalkan rampung sekitar Agustus–September 2021.
Perkembangan konstruksi LRT Jabodetabek tahap I telah mencapai 86,57 persen per Agustus 2021. Secara rinci, lintas I Cawang–Cibubur telah selesai 93,88 persen, lintas 2 Cawang–Kuningan–Dukuh Atas sebesar 86,87 persen, lintas 3 Cawang–Bekasi Timur 91,58 persen, serta Depo Bekasi Timur 51,97 persen.
Di sisi lain, uji coba pengoperasian infrastruktur transportasi anyar tersebut akan berlangsung sekitar 6–9 bulan setelah konstruksi rampung. Alhasil, pengoperasian LRT Jabodebek dijadwalkan pada medio 2022.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021, ADHI membukukan pendapatan senilai Rp4,44 triliun atau turun 19,58 persen dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp5,52 triliun.
Namun, penurunan sejumlah beban membuat laba bersih ADHI meningkat 20 persen menjadi Rp8,28 miliar dari sebelumnya Rp6,90 miliar.