Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenko Marves Dukung Krakatau International Port Pasang Panel Surya

Penerapan energi bersih melalui pemanfaatan infrastruktur panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik di pelabuhan akan menjadikan Krakatau International Port (KIP) sebagai green port.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Agustus 2021  |  01:14 WIB
Krakatau International Port (KIP) milik PT Krakatau Bandar Samudera dengan fasilitas 17 dermaga, infrastruktur bongkar muat terintegrasi, teknologi smartport system hingga Integrated Warehouse (IWH) Terbesar Se-Asia Tenggara (ASEAN). ANTARA - Ho/PT KBS
Krakatau International Port (KIP) milik PT Krakatau Bandar Samudera dengan fasilitas 17 dermaga, infrastruktur bongkar muat terintegrasi, teknologi smartport system hingga Integrated Warehouse (IWH) Terbesar Se-Asia Tenggara (ASEAN). ANTARA - Ho/PT KBS

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mendorong Krakatau International Port (KIP) untuk bisa memasang panel surya (solar PV) guna mendukung implementasi energi baru terbarukan dan bersih untuk pelabuhan-pelabuhan strategis di Indonesia sehingga menjadi green port.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Basilio Dias Araujo dalam kunjungannya ke Krakatau International Port (KIP), Jumat (20/8/2021) mengatakan penerapan energi bersih melalui pemanfaatan infrastruktur panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik di pelabuhan akan menjadikan KIP sebagai green port.

"Indonesia telah menetapkan target 23 persen energi terbarukan dalam bauran energi pada tahun 2025. Kebijakan ini, dikombinasikan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi hingga 29 persen pada tahun 2030, merupakan jalan yang jelas menuju sistem energi yang lebih bersih," katanya dalam keterangan tertulis, mengutip Antara, Sabtu (21/8/2021)

Upaya KIP dengan pemasangan solar PV ini, lanjut Deputi Basilio, juga sejalan dengan program pertama pengembangan EBT pada rencana jangka panjang Indonesia, yaitu sebesar 5 GW yang telah direncanakan pada RUPTL, dan program yang kedua Green Booster PLN sebesar 3,5 GW.

Program Green Booster di dalamnya terdapat inovasi pengembangan EBT termasuk program cofiring dan pengembangan solar PV.

Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengimplementasikan energi bersih. Utamanya karena bahan baku EBT di Indonesia melimpah, khususnya sinar matahari. Ditambah, ekspor barang dengan emisi tinggi sudah mulai dibatasi sehingga akan memberi kesempatan pengembangan energi bersih.

"Ke depannya, dengan ketersediaan listrik tenaga surya yang murah dan efisien, Krakatau International Port (KIP) dapat memberikan pelayanan terbaik kepada ribuan kapal baik ukuran besar dan kargo internasional yang melintas di sepanjang Selat Sunda," pungkas Deputi Basilio.

Berdasarkan data tahun 2020, jumlah kapal yang melintas di sepanjang Selat Sunda sebanyak 53.068 kapal, dengan rincian 150 kapal melintas per harinya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan energi terbarukan krakatau

Sumber : Antara

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top