Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sucofindo dan Krakatau Bandar Samudera Jalin Sinergi Wujudkan Green Port

Kegiatan ruang lingkup yang akan dilakukan oleh Krakatau Bandar Samudera dengan dukungan Sucofindo terkait Green Port adalah dalam ruang lingkup jasa Green Port Development (Penyusunan Petunjuk Teknis dan Assessment Green Port).
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 29 Juni 2019  |  10:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sucofindo (Persero) dan Krakatau Bandar Samudera melakukan sinergi untuk mewujudkan implementasi Pengembangan Green Port.

Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk Penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus kick off meeting oleh Ade Hermana selaku Kepala Cabang Cilegon PT Sucofindo (Persero) dan Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera, Alugoro Mulyowahyudi.

Dalam hal mendukung komitmen pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman memiliki kebijakan implementasi Green Port di Pelabuhan–Pelabuhan Indonesia.

Kegiatan ruang lingkup yang akan dilakukan oleh Krakatau Bandar Samudera dengan dukungan Sucofindo terkait Green Port adalah dalam ruang lingkup jasa Green Port Development (Penyusunan Petunjuk Teknis dan Assessment Green Port).

“Kami sangat bangga dan tentunya mendukung penuh implementasi Green Port di PT Krakatau Bandar Samudera dalam menjalankan program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim di dunia,” jelas Triyan Aidilfitri, Kepala SBU Sertifikasi & Eco Framework.

Sucofindo merupakan salah satu pionir dalam mengembangkan Green Port Concept di Indonesia. Di mana Sucofindo telah menerbitkan Sucofindo Green Port Guideline yang menjadi panduan implementasi Green Port di pelabuhan. Green Port Guideline juga sudah tercatat sebagai Hak Cipta di Ditjen HAKI, Kemenkumham.

Lebih lanjut Triyan mengatakan bahwa implementasi jasa Green Port Development bersama dengan Krakatau Bandar Samudera akan berjalan hingga Desember 2019 nanti.

Beberapa program yang akan dijalankan  dalam implementasi Green Port ini di antaranya adalah membangun Shore Side Electricity di mana kapal tidak perlu menghidupkan mesin dieselnya pada saat bersandar di pelabuhan, rooftop solar cell, water treatment facility, serta membangun reception facility dalam pengelolaan limbah-limbah kapal.

Dalam Green Port Development, Sucofindo menawarkan jasa dalam pengembangan implementasi Green Port.  Antara lain Blueprint Green Port, Pembuatan Petunjuk Teknis Implementasi Green Port, Green Port Assesment, Reception Facility (PRF) Assessment, dan Pelatihan Green Port dan Green Port Awarding.

Sucofindo juga memberikan layanan-layanan terbaru lainnya seperti Audit Keamanan Rantai Pasok ISO 28001, Audit SMK3, Sertifikasi Sistem Manajemen berbasis ISO, Biro Perjalanan Wisata (BPW), Lembaga Sertifikasi di Bidang Pariwisata (LSUP), Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU), dan Green Port Assesement.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sucofindo
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top