Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Besok Tarif Tol Trans Jawa Naik, Asperindo: Tolong Dikaji Lagi

Asperindo berharap penyesuaian tarif Tol Trans Jawa bisa dikaji lagi karena berdampak terhadap biaya operasional pengusaha.
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta memasuki Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/5/2019). Volume arus mudik tol Trans Jawa Batang-Semarang dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Kalikangkung menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-6 sore hari terpantau ramai lancar./Antara-Aji Styawan
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta memasuki Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/5/2019). Volume arus mudik tol Trans Jawa Batang-Semarang dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Kalikangkung menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-6 sore hari terpantau ramai lancar./Antara-Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) masih mengharapkan penaikan tarif tol di empat ruas jalan tol yang mulai berlaku besok dikaji kembali lantaran berdampak cukup signifikan bagi penaikan biaya operasional pengusaha.

Ketua Umum Asperindo M Feriadi mengatakan idealnya dunia usaha tidak perlu terbebani dengan adanya tambahan biaya-biaya operasi di tengah pandemi saat ini. Mengingat saat ini pun masih banyak terjadi penurunan jumlah pergerakan pada kondisi pandemi.

Bagi pelaku pengiriman domestik yang banyak menggunakan jalur darat, khususnya jalan tol. Hal ini akan berpengaruh. Dia menjelaskan kenaikan tarif tol tidak memicu kenaikan tarif di perusahaan. Namun, di menekankan setiap kenaikan biaya operasional saat ini dapat mengurangi margin keuntungan pengusaha.

“Kalau bisa [penaikan tarif tol] memang dikaji lagi karena dampaknya ada. Mungkin tidak signifikan. Tapi tetap ada dampaknya. Biaya terbesar yang bisa mempengaruhi kenaikan itu adalah tenaga kerja dan BBM,” katanya, Rabu (18/8/2021).

Ketua bidang angkutan laut dan logistik Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Leni Mayouri menyarankan agar penaikan tarif tol berlaku hanya bagi kendaraan golongan 1.

Adapun, untuk tarif kendaraan Golongan 2 dan truk, kata dia, justru lebih baik diturunkan agar jalan tol dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan secara spesifik untuk angkutan logistik/ transport barang.

Dengan demikian, kata dia, hal itu juga memberikan kemudahan opsi yang lebih fleksibel bagi kendaraan pribadi. Bagi mereka yang sedang terburu-buru bisa memilih untuk masuk tol. Sementara bagi mereka yang mau bersantai bisa melalui jalan arteri.

Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi mengatakan ketika tarif tol golongan 2 dinilai terlalu tinggi, pengusaha truk tentu akan cenderung beralih ke jalan arteri. Oleh karena itu, pengelola tol lebih baik meneliti dan menghitung tarif optimal yang bisa mereka peroleh.

"Tarif optimal itu kemungkinan besar di bawah tarif yang berlaku saat ini, tetapi pada tarif optimal itu banyak truk yang masuk tol, sehingga pendapatan operator tol akan tinggi," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper