Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MPR Dukung Insentif Penanganan Covid-19, Langkah Pemerintah Sudah Tepat

MPR menilai realokasi APBN dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam bentuk program perlindungan sosial dengan beragam skema dan saluran, refocusing anggaran kesehatan, realokasi dukungan UMKM dan korporasi, bansos, dan lainnya adalah langkah kebijakan yang tepat.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 16 Agustus 2021  |  09:39 WIB
MPR Dukung Insentif Penanganan Covid-19, Langkah Pemerintah Sudah Tepat
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di Sidang Tahunan MPR RI 2021 / Youtube DPR RI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan apresiasinya atas langkah pemerintah yang cepat dan tanggap dalam menangani dampak dari pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikannya dalam pidato pengantar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2021, Senin (16/8/2021).

“Kami atas nama pimpinan dan anggota MPR menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pemerintah atas kerja keras, langkah kebijakan yang cepat dan tepat dalam rangka perlindungan seluruh warga Indonesia,” katanya.

Dia mengatakan realokasi APBN dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam bentuk program perlindungan sosial dengan beragam skema dan saluran, refocusing anggaran kesehatan, realokasi dukungan UMKM dan korporasi, bansos, insentif usaha, serta subsidi listrik adalah langkah kebijakan yang tepat.

“Oleh karena itu, terhadap upaya upaya pemerintah melalui sejumlah paket kebijakan dalam mengatasi pandemi Covid-19 beserta dampaknya, kami sangat mendukung sepenuhnya,” jelasnya.

Dia menyampaikan, pandemi tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada stabilitas ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, bahkan dalam bidang pertahaan dan keamanan negara.

Semua masyarakat merasakan dampak dari pandemi Covid-19, baik di perkotaan dan pedesaan.

Dia pun menyoroti ketahanan ekonomi masyarakat semakin melemah akibat menurunya pendapatan karena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tidak adanya kesempatan kerja.

“Dampak lainnya adalah hilangnya kesempatan berusaha akibat terbatasnya aktivitas ekonomi masyarakat, modal dan investasi untuk menopang perekonomian pengusaha kecil maupun menengah,” tuturnya.

Dalam APBN 2021, pemerintah mengalokasikan anggaran Program PEN sebesar Rp699,43 triliun, sedikit lebih tinggi dibandingkan alokasi pada 2020 sebesar Rp695,2 triliun.

Untuk memberikan tambahan dukungan penanganan kesehatan dan perlindungan sosial di tengah peningkatan kasus Covid-19, pemerintah kemudian memperbesar anggaran Program PEN 2021 menjadi Rp744,75 triliun.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn ketua mpr perlindungan sosial Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top