Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Impor Juni 2021 Cetak Rekor Tertinggi Sejak Oktober 2018

Impor pada Juni mengalami kenaikan signifikan setelah sempat turun pada Mei 2021. Secara bulanan, impor Juni 2021 naik 21,03 persen dan naik 60,12 persen secara tahunan.
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai impor Indonesia pada Juni 2021 mencetak rekor tertinggi sejak Oktober 2018 dan mengalami kenaikan bulanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor. Meski demikian, Indonesia masih menikmati surplus perdagangan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan nilai impor pada Juni 2021 yang menyentuh US$17,23 miliar merupakan impor tertinggi sejak Oktober 2018. Saat itu, nilai impor tercatat berjumlah US$17,67 miliar.

Sementara itu, ekspor Juni 2021 juga kembali mencetak rekor tertinggi sejak Agustus 2011 setelah sebelumnya dipegang oleh kinerja pada April 2021. Nilai ekspor pada Juni 2021 berjumlah US$18,55 miliar, sementara pada April di angka US$18,49 miliar.

“Ekspor Juni 2021 merupakan ekspor tertinggi sejak Agustus 2011 di mana saat itu ekspor mencapai US$18,64 miliar. Sedangkan impor Juni 2021 tertinggi sejak Oktober 2018 sebesar US$17,67 miliar,” kata Margo dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Impor pada Juni mengalami kenaikan signifikan setelah sempat turun pada Mei 2021. Secara bulanan, impor Juni 2021 naik 21,03 persen dan naik 60,12 persen secara tahunan.

Kenaikan impor terjadi di seluruh barang berdasarkan kelompok penggunaan. Barang konsumsi tercatat naik 16,92 persen secara month to month (mtom), bahan baku/penolong naik 19,15 persen secara bulanan dan 72,09 persen secara tahunan, serta impor barang modal naik 21,03 persen mtom.

Sementara itu, ekspor juga mengalami kenaikan di hampir semua golongan barang utama. Kenaikan terbesar disumbang oleh ekspor besi dan baja yang bertambah US$486,4 juta dan ekspor kendaraan dan bagiannya naik US$217,9 juta. Secara total, ekspor nasional naik 9,52 secara mtom dan 54,46 persen year on year (yoy).

Kenaikan impor yang lebih tinggi ini berdampak pada turunnya surplus neraca perdagangan. Surplus pada Juni berjumlah US$1,32 miliar, lebih rendah dari pada surplus Mei 2021 yang mencapai US$2,70 miliar. Meski turun, Margo mengatakan kinerja perdagangan tetap berada di jalur pemulihan karena impor nasional didominasi oleh barang-barang kebutuhan industri.

“Neraca perdagangan kita surplus dalam 14 bulan terakhir, ini menandakan ekonomi kita mengarah pada pemulihan. Harapannya surplus terjadi sampai tahun depan supaya ekonomi kita makin kuat,” kata Margo.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper