Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Quincus Incar Peluang Rantai Pasok di Indonesia

Quincus mengakui potensi bisnis rantai pasok di Indonesia di tengah pandemi Covid-19.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 29 Juni 2021  |  20:07 WIB
Quincus Incar Peluang Rantai Pasok di Indonesia
Ilustrasi jasa kurir
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Quincus, perusahaan penyedia teknologi rantai pasok, mendukung bisnis e-commerce dan logistik untuk mengoptimalkan operasional yang berkembang dengan cepat yang diestimasikan mencapai Rp707,6 triliun pada 2024 (GlobalData 2021).

Chief Revenue Officer Quincus Olivier Adam mengatakan bahwa di Indonesia, Quincus mendukung lebih dari 70 juta pengiriman yang berhasil setiap bulannya.

"Kami sangat senang tentang peluang yang ada di depan kita di Indonesia saat ini. Meski pandemi telah menimbulkan banyak dampak pada sistem rantai pasok tradisional, terutama di Asia Tenggara, Quincus bersikeras untuk bekerja sama dengan mitra guna mengidentifikasi solusi pada berbagai tantangan rantai pasok, seperti navigasi di tengah informasi jalan yang kurang memadai dan memaksimalkan penggunaan sumber daya dengan lebih efisien," katanya, Selasa (29/6/2021).

Terkait dengan kerja sama tersebut, dia menyebut Quincus hari ini telah menjalin kemitraan terkini dengan SimpliDOTS, layanan berbasis komputasi awan yang membantu memfasilitasi pendistribusian barang.

Kerja sama ini, lanjutnya, merupakan yang ketiga kalinya dilakukan Quincus dengan perusahaan di Indonesia dalam satu bulan, mengikuti keberhasilan kolaborasi dengan MGXpress, perusahaan jasa pengiriman via udara, perantara bea cukai dan berbagai layanan pergudangan, serta Westbike Messenger, pionir bisnis kurir sepeda.

Dia menyebut terdapat dua fitur solusi yang paling populer di antara mitra Quincus, yakni GeoEngine (membantu mengoptimalkan waktu tim pengirim dengan mengkoreksi, memverifikasi dan memvalidasi alamat pengiriman secara otomatis) dan LogisticsEngine (membantu mengoptimalkan jadwal, rute dan alokasi multi-mil secara otomatis dan real-time di seluruh operasional).

"Sejauh ini, teknologi Quincus telah membantu 35 persen peningkatan pengiriman per kendaraan dan meningkatkan akurasi geocoding [pengkodean geografis] hingga 51 persen, memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan jumlah pengiriman dan jumlah channel ke berbagai wilayah, demi mendorong pertumbuhan bisnis," sebutnya.

Sementara itu menurut Business Development Director Indonesia Quincus Muhammad Ali Arafat, ranah logistik dan rantai pasok telah diperkuat dengan perkembangan e-commerce yang pesat saat ini.

"Kami yakin Quincus dapat mendukung terjaganya pengalaman pengiriman yang lebih efisien dan mulus bagi para mitra rantai pasok dan logistik. Dampak baiknya adalah memungkinkan masyarakat menerima barang mereka secara tepat waktu,” tambahnya.

Sebagai informasi, Quincus terus memperkuat pijakan bisnisnya di Asia Tenggara terutama Singapura dan Indonesia, serta telah memperluas ekspansi di Vietnam dan menyasar untuk memasuki pasar Thailand pada kuartal III/2021.

Sejak didirikan pada 2014 oleh Jonathan Savoir dan Katherina-Olivia Lacey, Quincus telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan seperti e-commerce, logistik, maskapai penerbangan dan merek-merek terkenal untuk memberikan solusi penyelesaian masalah rantai pasok secara global.

Semua ini dilakukan Quincus dengan dukungan “QModules”, sebuah integrasi teknologi yang menyajikan visibilitas dan pengoptimalan jaringan secara real-time di bidang rantai pasok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top